Kasus hilangnya bocah 11 tahun di Prefektur Kyoto Prefecture memasuki babak baru yang mengejutkan. Polisi mengungkap bahwa pria yang sebelumnya ditangkap karena membuang jasad anak tersebut kini mengakui telah membunuh korban.
Tersangka, Yuki Adachi (37), yang merupakan ayah tiri korban, diduga menyembunyikan dan membuang jasad anak itu di wilayah Nantan antara pagi 23 Maret hingga Senin lalu.
Kasus ini bermula saat sang anak dilaporkan hilang pada 23 Maret. Saat itu, tersangka mengaku telah mengantar korban ke dekat sekolah dasar Sonobe Elementary School. Namun, penyelidikan kemudian menemukan banyak kejanggalan.
Sumber penyelidikan menyebutkan bahwa tersangka telah mengakui perbuatannya. Meski begitu, hingga kini penyebab pasti kematian korban yang diperkirakan terjadi pada akhir Maret masih belum diketahui, karena tidak ditemukan luka luar yang mencolok pada tubuh korban saat ditemukan di area pedesaan.
Dalam konferensi pers, polisi menyatakan bahwa korban masih hidup pada pagi hari saat dilaporkan hilang. Mereka juga menyebut tidak ada laporan sebelumnya terkait kekerasan atau penganiayaan terhadap korban.
Identitas tersangka berhasil dikonfirmasi melalui berbagai bukti, termasuk rekaman kamera pengawas. Polisi meyakini bahwa pelaku bertindak seorang diri.
Selama pencarian, sejumlah barang milik korban ditemukan terpisah di beberapa lokasi. Tas sekolah ditemukan oleh kerabat di area hutan sekitar 3 kilometer dari sekolah pada 29 Maret. Sementara itu, sepatu hitam yang diduga milik korban ditemukan pada 12 April di area antara sekolah dan rumahnya.
Polisi saat ini masih terus menyelidiki motif serta kronologi lengkap kejadian tragis ini.








