Menu

Dark Mode
Shibuya Tokyo Ingatkan Turis untuk Tidak Buang Sampah Sembarangan di Kotak Daur Ulang Anime Pendek Rilakkuma Umumkan Season 3 Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

News

Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global

badge-check


					Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global Perbesar

Laporan terbaru dari Reporters Without Borders menempatkan Jepang di peringkat 62 dari 180 negara dan wilayah dalam indeks kebebasan pers dunia. Posisi ini naik sedikit dari tahun sebelumnya dan membuat Jepang kini berada di atas Amerika Serikat, yang turun ke peringkat 64.

Sementara itu, Norwegia masih mempertahankan posisi teratas selama 10 tahun berturut-turut. Di kawasan Asia Timur, Taiwan berada di posisi 28 dan Korea Selatan di posisi 47. Sebaliknya, China dan Korea Utara hampir berada di posisi terbawah, masing-masing di peringkat 178 dan 179, sementara Hong Kong berada di posisi 140.

Di posisi teratas, Norway kembali menempati peringkat pertama, diikuti oleh Belanda di posisi kedua dan Estonia di peringkat ketiga, menunjukkan dominasi negara-negara Eropa dalam menjaga kebebasan pers.

Indonesia berada di peringkat 129, menunjukkan masih adanya tantangan dalam menjaga kebebasan pers di dalam negeri.

Menurut laporan tersebut, prinsip kebebasan pers dan keberagaman media di Jepang secara umum masih dihormati. Namun, tekanan politik dan ketimpangan gender disebut masih menjadi hambatan bagi jurnalis dalam menjalankan peran sebagai pengawas kekuasaan.

Salah satu sorotan utama adalah sistem “kisha club,” yaitu kelompok jurnalis yang terafiliasi dengan institusi tertentu. Sistem ini dinilai membatasi akses informasi karena konferensi pers sering kali hanya terbuka untuk anggota klub, sehingga berpotensi menciptakan hierarki dalam media dan mendorong self-censorship.

Di sisi lain, kondisi kebebasan pers di Amerika Serikat disebut mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kembalinya Donald Trump sebagai presiden pada 2025 disebut memperburuk situasi, dengan berbagai kebijakan yang dinilai membatasi akses informasi dan menekan media.

Secara global, laporan ini juga mencatat bahwa kebebasan pers kini berada di titik terendah dalam 25 tahun terakhir, dengan sebagian besar negara masuk kategori “sulit” atau bahkan “sangat serius.”

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News