Menu

Dark Mode
Kagurabachi Resmi Jadi Anime, Tayang April 2027 + World Tour Global! Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global Pegawai Kebun Binatang Jepang Ditangkap, Istri Diduga Dibakar di Krematorium Kebun Binatang Surabaya Pinjamkan Komodo ke Jepang, Akan Tukar dengan Satwa Mamalia Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

News

Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global

badge-check


					Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global Perbesar

Laporan terbaru dari Reporters Without Borders menempatkan Jepang di peringkat 62 dari 180 negara dan wilayah dalam indeks kebebasan pers dunia. Posisi ini naik sedikit dari tahun sebelumnya dan membuat Jepang kini berada di atas Amerika Serikat, yang turun ke peringkat 64.

Sementara itu, Norwegia masih mempertahankan posisi teratas selama 10 tahun berturut-turut. Di kawasan Asia Timur, Taiwan berada di posisi 28 dan Korea Selatan di posisi 47. Sebaliknya, China dan Korea Utara hampir berada di posisi terbawah, masing-masing di peringkat 178 dan 179, sementara Hong Kong berada di posisi 140.

Di posisi teratas, Norway kembali menempati peringkat pertama, diikuti oleh Belanda di posisi kedua dan Estonia di peringkat ketiga, menunjukkan dominasi negara-negara Eropa dalam menjaga kebebasan pers.

Indonesia berada di peringkat 129, menunjukkan masih adanya tantangan dalam menjaga kebebasan pers di dalam negeri.

Menurut laporan tersebut, prinsip kebebasan pers dan keberagaman media di Jepang secara umum masih dihormati. Namun, tekanan politik dan ketimpangan gender disebut masih menjadi hambatan bagi jurnalis dalam menjalankan peran sebagai pengawas kekuasaan.

Salah satu sorotan utama adalah sistem “kisha club,” yaitu kelompok jurnalis yang terafiliasi dengan institusi tertentu. Sistem ini dinilai membatasi akses informasi karena konferensi pers sering kali hanya terbuka untuk anggota klub, sehingga berpotensi menciptakan hierarki dalam media dan mendorong self-censorship.

Di sisi lain, kondisi kebebasan pers di Amerika Serikat disebut mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kembalinya Donald Trump sebagai presiden pada 2025 disebut memperburuk situasi, dengan berbagai kebijakan yang dinilai membatasi akses informasi dan menekan media.

Secara global, laporan ini juga mencatat bahwa kebebasan pers kini berada di titik terendah dalam 25 tahun terakhir, dengan sebagian besar negara masuk kategori “sulit” atau bahkan “sangat serius.”

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pegawai Kebun Binatang Jepang Ditangkap, Istri Diduga Dibakar di Krematorium

1 May 2026 - 10:10 WIB

Kebun Binatang Surabaya Pinjamkan Komodo ke Jepang, Akan Tukar dengan Satwa Mamalia

1 May 2026 - 06:34 WIB

Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan

29 April 2026 - 15:10 WIB

Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

29 April 2026 - 14:12 WIB

PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday

29 April 2026 - 13:36 WIB

Trending on News