Menu

Dark Mode
Patlabor Akhirnya Punya Game 3D Baru, Rilis September 2026 untuk PS5 dan PC Trailer Baru Kingdom Hearts IV Tampilkan Dunia Coco, Dipastikan Rilis Akhir 2027 Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011 Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam WIT Studio Siapkan Pengumuman Baru Attack on Titan pada 20 Agustus, Proyek Anime Baru? Pokémon Bank Resmi Ditutup Februari 2027, Pokémon Lama Terancam Tak Bisa Dipindahkan Lagi

News

PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday

badge-check


					PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday Perbesar

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan segala upaya untuk memastikan kenaikan upah terus berlanjut di tengah tekanan inflasi.

Pernyataan ini disampaikan saat ia menghadiri peringatan May Day di distrik Shibuya, Tokyo—sebuah acara tahunan di mana para pekerja menyuarakan hak-hak mereka. Ini menjadi tahun keempat berturut-turut seorang perdana menteri Jepang hadir dalam acara tersebut.

“Kami akan melakukan segala yang kami bisa agar perusahaan terus menaikkan upah,” ujar Takaichi. Ia juga meminta dukungan agar pertumbuhan gaji bisa melampaui inflasi yang terus meningkat.

Dalam negosiasi tahunan musim semi, serikat pekerja di bawah Rengo berhasil mendorong kenaikan gaji rata-rata sekitar 5%. Namun, Ketua Rengo, Tomoko Yoshino, menilai kenaikan tersebut masih belum cukup.

“Diperlukan upaya lebih agar pertumbuhan upah riil tetap positif secara berkelanjutan,” ujarnya.

Rengo sendiri memiliki sekitar 6,78 juta anggota dan menjadi salah satu kekuatan penting dalam dunia ketenagakerjaan Jepang. Namun, situasi global seperti konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi juga mulai memengaruhi negosiasi antara buruh dan perusahaan.

Selain itu, pelemahan yen membuat biaya impor meningkat, memperparah tekanan inflasi di Jepang yang sangat bergantung pada sumber daya luar negeri.

Meski ada beberapa perbedaan pandangan antara pemerintah dan serikat pekerja, termasuk isu sosial seperti penggunaan nama keluarga setelah menikah, pemerintah tetap berupaya menjaga dialog dengan serikat pekerja untuk memperkuat dukungan ke depan.

Dengan kondisi ekonomi global yang tidak stabil, arah kebijakan upah di Jepang ke depan akan jadi faktor penting bagi daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

18 August 2026 - 10:10 WIB

Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

18 August 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan

15 August 2026 - 12:10 WIB

WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

15 August 2026 - 11:10 WIB

Hujan Deras di Daerah Chiba Jepang Tewaskan 8 Orang, Ribuan Orang Terjebak di Bandara

15 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News