Menu

Dark Mode
71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027 Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan

News

Jepang Temukan Inovasi Energi Bersih dari Mikroba Tanah untuk Pertanian

badge-check


					Å@é¿èÿé¿å±Ç≈Åuî≠ìdã€ÅvÇóòópǵÇΩîRóøìdírÇÉ~ÉJÉìâÄínÇ…ñÑÇflÇÈìåãûî_çHëÂÇÃèºë∫åóSì¡îCèïã≥Åiç∂ÅjÇÁÅÅÇXåéÅAà§ïQåßî™î¶ïlés Perbesar

Å@é¿èÿé¿å±Ç≈Åuî≠ìdã€ÅvÇóòópǵÇΩîRóøìdírÇÉ~ÉJÉìâÄínÇ…ñÑÇflÇÈìåãûî_çHëÂÇÃèºë∫åóSì¡îCèïã≥Åiç∂ÅjÇÁÅÅÇXåéÅAà§ïQåßî™î¶ïlés

Peneliti dari Universitas Pertanian dan Teknologi Tokyo bersama dengan Shikoku Electric Power Co. sedang menjalankan proyek eksperimental yang mengeksplorasi potensi mikroba tanah untuk digunakan dalam sel bahan bakar. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi sumber energi bersih, tahan lama, dan terjangkau.

Sel Bahan Bakar Mikroba adalah perangkat yang menghasilkan listrik menggunakan bakteri yang melepaskan elektron saat mereka mengonsumsi bahan organik. Mikroba elektrogenik, seperti spesies Shewanella, ditemukan hampir di semua jenis tanah di Bumi. Meski penemuan bahwa mikroorganisme tanah melepaskan elektron telah ada lebih dari 100 tahun lalu, tantangan utama dalam penerapan praktisnya adalah rendahnya daya listrik yang dihasilkan.

Proyek ini dimulai pada bulan September di dua ladang jeruk di Prefektur Ehime, Jepang bagian barat, dan akan berlangsung hingga akhir Maret. Tim peneliti bertujuan untuk memahami bagaimana perubahan musim dan iklim mempengaruhi keluaran listrik. Sel bahan bakar mikroba ini dirancang untuk mengoperasikan sensor termal dan kamera di ladang pertanian dan lokasi lainnya.

Sel bahan bakar yang digunakan berbentuk kotak setinggi 7 cm yang diisi dengan tanah dari ladang dan dilengkapi elektroda di dalamnya. Sebanyak 12 kotak ini ditanam sedalam sekitar 30 cm dan ditutupi tanah di dua lokasi, yaitu di Yawatahama dan Ikata. Daya listrik yang dihasilkan kecil, tetapi dapat digunakan setelah tersimpan cukup banyak.

Keunggulan Teknologi Keisuke Matsumura, asisten profesor dari universitas tersebut, menjelaskan bahwa sel bahan bakar mikroba ini dapat dipasang di mana saja dan tidak perlu sering diganti. Teknologi ini berpotensi menjadi alternatif sumber energi selain tenaga surya dan baterai kering. Jika berhasil digunakan untuk kamera pemantauan ladang dan sensor termal, hal ini bisa mengurangi beban petani di tengah menurunnya jumlah petani di Jepang.

Elektron yang dilepaskan oleh mikroba dalam sel bahan bakar ini dikumpulkan pertama kali di anoda yang tertanam di tanah, lalu dialirkan ke katoda, menciptakan arus listrik.

Menurut Hiroyuki Mishima dari Shikoku Electric, mekanisme sel bahan bakar ini sederhana dan berpotensi menyediakan listrik dengan harga yang terjangkau.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan

21 August 2026 - 12:10 WIB

Trending on News