Menu

Dark Mode
Yakoh Shinobi Ops Diumumkan! Game Ninja Co-op 4 Pemain dari Shueisha Games & Acquire Siap Meluncur 2027 Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah Leon Balik Lagi? Trailer Baru Resident Evil Requiem Isyaratkan Kembalinya Raccoon City Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Murah untuk Warga Lokal, Wisatawan Bakal Bayar Lebih Mahal Biaya Ujian JLPT Naik Mulai Juli 2026, Ini Rinciannya

News

Jepang Temukan Inovasi Energi Bersih dari Mikroba Tanah untuk Pertanian

badge-check


					Å@é¿èÿé¿å±Ç≈Åuî≠ìdã€ÅvÇóòópǵÇΩîRóøìdírÇÉ~ÉJÉìâÄínÇ…ñÑÇflÇÈìåãûî_çHëÂÇÃèºë∫åóSì¡îCèïã≥Åiç∂ÅjÇÁÅÅÇXåéÅAà§ïQåßî™î¶ïlés Perbesar

Å@é¿èÿé¿å±Ç≈Åuî≠ìdã€ÅvÇóòópǵÇΩîRóøìdírÇÉ~ÉJÉìâÄínÇ…ñÑÇflÇÈìåãûî_çHëÂÇÃèºë∫åóSì¡îCèïã≥Åiç∂ÅjÇÁÅÅÇXåéÅAà§ïQåßî™î¶ïlés

Peneliti dari Universitas Pertanian dan Teknologi Tokyo bersama dengan Shikoku Electric Power Co. sedang menjalankan proyek eksperimental yang mengeksplorasi potensi mikroba tanah untuk digunakan dalam sel bahan bakar. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi sumber energi bersih, tahan lama, dan terjangkau.

Sel Bahan Bakar Mikroba adalah perangkat yang menghasilkan listrik menggunakan bakteri yang melepaskan elektron saat mereka mengonsumsi bahan organik. Mikroba elektrogenik, seperti spesies Shewanella, ditemukan hampir di semua jenis tanah di Bumi. Meski penemuan bahwa mikroorganisme tanah melepaskan elektron telah ada lebih dari 100 tahun lalu, tantangan utama dalam penerapan praktisnya adalah rendahnya daya listrik yang dihasilkan.

Proyek ini dimulai pada bulan September di dua ladang jeruk di Prefektur Ehime, Jepang bagian barat, dan akan berlangsung hingga akhir Maret. Tim peneliti bertujuan untuk memahami bagaimana perubahan musim dan iklim mempengaruhi keluaran listrik. Sel bahan bakar mikroba ini dirancang untuk mengoperasikan sensor termal dan kamera di ladang pertanian dan lokasi lainnya.

Sel bahan bakar yang digunakan berbentuk kotak setinggi 7 cm yang diisi dengan tanah dari ladang dan dilengkapi elektroda di dalamnya. Sebanyak 12 kotak ini ditanam sedalam sekitar 30 cm dan ditutupi tanah di dua lokasi, yaitu di Yawatahama dan Ikata. Daya listrik yang dihasilkan kecil, tetapi dapat digunakan setelah tersimpan cukup banyak.

Keunggulan Teknologi Keisuke Matsumura, asisten profesor dari universitas tersebut, menjelaskan bahwa sel bahan bakar mikroba ini dapat dipasang di mana saja dan tidak perlu sering diganti. Teknologi ini berpotensi menjadi alternatif sumber energi selain tenaga surya dan baterai kering. Jika berhasil digunakan untuk kamera pemantauan ladang dan sensor termal, hal ini bisa mengurangi beban petani di tengah menurunnya jumlah petani di Jepang.

Elektron yang dilepaskan oleh mikroba dalam sel bahan bakar ini dikumpulkan pertama kali di anoda yang tertanam di tanah, lalu dialirkan ke katoda, menciptakan arus listrik.

Menurut Hiroyuki Mishima dari Shikoku Electric, mekanisme sel bahan bakar ini sederhana dan berpotensi menyediakan listrik dengan harga yang terjangkau.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah

14 February 2026 - 16:10 WIB

Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Murah untuk Warga Lokal, Wisatawan Bakal Bayar Lebih Mahal

14 February 2026 - 14:10 WIB

Biaya Ujian JLPT Naik Mulai Juli 2026, Ini Rinciannya

14 February 2026 - 14:04 WIB

Biaya Berobat di Jepang Bakal Naik Lagi Mulai Juni, Pasien Siap-siap Keluar Uang Lebih

14 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News