Menu

Dark Mode
Film Reboot Live-Action Resident Evil Rilis Trailer Perdana, Tayang September 2026 Manga Romance Kontroversial “Kanojo no Tomodachi” Resmi Dapat Adaptasi Anime Tahun 2026 Jepang Mulai Impor Minyak Rusia Lagi Setelah Jalur Hormuz Tertutup Robot Haro dari Anime Mobile Suit Gundam Akan Dikirim ke Luar Angkasa oleh Startup Jepang Fenomena Hikikomori di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Usia Rata-rata Terus Naik Seiyuu Satomi Akesaka Umumkan Pernikahan

News

Jepang Temukan Inovasi Energi Bersih dari Mikroba Tanah untuk Pertanian

badge-check


					Å@é¿èÿé¿å±Ç≈Åuî≠ìdã€ÅvÇóòópǵÇΩîRóøìdírÇÉ~ÉJÉìâÄínÇ…ñÑÇflÇÈìåãûî_çHëÂÇÃèºë∫åóSì¡îCèïã≥Åiç∂ÅjÇÁÅÅÇXåéÅAà§ïQåßî™î¶ïlés Perbesar

Å@é¿èÿé¿å±Ç≈Åuî≠ìdã€ÅvÇóòópǵÇΩîRóøìdírÇÉ~ÉJÉìâÄínÇ…ñÑÇflÇÈìåãûî_çHëÂÇÃèºë∫åóSì¡îCèïã≥Åiç∂ÅjÇÁÅÅÇXåéÅAà§ïQåßî™î¶ïlés

Peneliti dari Universitas Pertanian dan Teknologi Tokyo bersama dengan Shikoku Electric Power Co. sedang menjalankan proyek eksperimental yang mengeksplorasi potensi mikroba tanah untuk digunakan dalam sel bahan bakar. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi sumber energi bersih, tahan lama, dan terjangkau.

Sel Bahan Bakar Mikroba adalah perangkat yang menghasilkan listrik menggunakan bakteri yang melepaskan elektron saat mereka mengonsumsi bahan organik. Mikroba elektrogenik, seperti spesies Shewanella, ditemukan hampir di semua jenis tanah di Bumi. Meski penemuan bahwa mikroorganisme tanah melepaskan elektron telah ada lebih dari 100 tahun lalu, tantangan utama dalam penerapan praktisnya adalah rendahnya daya listrik yang dihasilkan.

Proyek ini dimulai pada bulan September di dua ladang jeruk di Prefektur Ehime, Jepang bagian barat, dan akan berlangsung hingga akhir Maret. Tim peneliti bertujuan untuk memahami bagaimana perubahan musim dan iklim mempengaruhi keluaran listrik. Sel bahan bakar mikroba ini dirancang untuk mengoperasikan sensor termal dan kamera di ladang pertanian dan lokasi lainnya.

Sel bahan bakar yang digunakan berbentuk kotak setinggi 7 cm yang diisi dengan tanah dari ladang dan dilengkapi elektroda di dalamnya. Sebanyak 12 kotak ini ditanam sedalam sekitar 30 cm dan ditutupi tanah di dua lokasi, yaitu di Yawatahama dan Ikata. Daya listrik yang dihasilkan kecil, tetapi dapat digunakan setelah tersimpan cukup banyak.

Keunggulan Teknologi Keisuke Matsumura, asisten profesor dari universitas tersebut, menjelaskan bahwa sel bahan bakar mikroba ini dapat dipasang di mana saja dan tidak perlu sering diganti. Teknologi ini berpotensi menjadi alternatif sumber energi selain tenaga surya dan baterai kering. Jika berhasil digunakan untuk kamera pemantauan ladang dan sensor termal, hal ini bisa mengurangi beban petani di tengah menurunnya jumlah petani di Jepang.

Elektron yang dilepaskan oleh mikroba dalam sel bahan bakar ini dikumpulkan pertama kali di anoda yang tertanam di tanah, lalu dialirkan ke katoda, menciptakan arus listrik.

Menurut Hiroyuki Mishima dari Shikoku Electric, mekanisme sel bahan bakar ini sederhana dan berpotensi menyediakan listrik dengan harga yang terjangkau.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Impor Minyak Rusia Lagi Setelah Jalur Hormuz Tertutup

7 May 2026 - 14:10 WIB

Fenomena Hikikomori di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Usia Rata-rata Terus Naik

6 May 2026 - 15:10 WIB

4 WNI Pendaki Berhasil Diselamatkan dari Gunung Ainodake, Dua Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

6 May 2026 - 13:10 WIB

Penumpang Asal Jepang Ikut Terdampak Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar

6 May 2026 - 10:10 WIB

Bandai Namco Entertainment Umumkan DLC Kunimitsu untuk Tekken 8, Rilis Awal Akhir Mei

5 May 2026 - 17:10 WIB

Trending on News