Menu ✖

Dark Mode
Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja Anime Grand Blue Dreaming Resmi Dapatkan Season 4 Stasiun Kereta Jepang Dipadati Warga Usai Libur Silver Week Berakhir Aeon Jepang Jual Jeans Seharga ¥1.000, Persaingan Celana Denim Murah Kembali Memanas KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal

Teknologi

Mobil Terbang Buatan Jepang Ditargetkan Mulai Beroperasi pada 2028

badge-check


					Mobil Terbang Buatan Jepang Ditargetkan Mulai Beroperasi pada 2028 Perbesar

Mobil terbang buatan Jepang semakin mendekati kenyataan. Perusahaan air mobility SkyDrive menargetkan peluncuran komersial kendaraan terbangnya pada tahun 2028 dengan harga yang diklaim hanya sekitar setengah hingga sepertiga harga helikopter.

Kendaraan ini menggunakan teknologi eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing), yaitu pesawat listrik yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa landasan pacu panjang. Selain lebih ramah lingkungan karena menggunakan tenaga listrik, tingkat kebisingannya juga jauh lebih rendah dibanding helikopter.

Menurut SkyDrive, suara yang dihasilkan hanya sekitar 65 desibel, setara lalu lintas perkotaan biasa, sementara helikopter bisa melebihi 90 desibel saat lepas landas dan mendarat. Karena itu, kendaraan ini diharapkan dapat digunakan di pusat kota, daerah pegunungan, maupun pulau-pulau terpencil.

CEO SkyDrive, Tomohiro Fukuzawa, mengatakan bahwa di masa depan perjalanan darat dan perjalanan udara akan menjadi pilihan yang setara. Ia meyakini mobil terbang dapat mengubah cara orang bepergian dalam kehidupan sehari-hari.

Model pertama yang direncanakan meluncur pada 2028 memiliki jarak tempuh sekitar 15 kilometer dan akan digunakan untuk rute pendek maupun wisata udara. SkyDrive juga menargetkan peningkatan jarak tempuh menjadi 30 kilometer pada 2031 dan 40 kilometer pada 2033.

Perusahaan ini sudah melakukan demonstrasi penerbangan di Expo Osaka-Kansai 2025 dan mulai menerima pesanan dari berbagai negara. Di Indonesia, SkyDrive bekerja sama dengan operator helikopter Whitesky Aviation untuk mengembangkan rute antara pusat kota dan bandara yang dapat memangkas waktu perjalanan dari 1–2 jam menjadi sekitar 15 menit.

Saat ini tantangan terbesar adalah mendapatkan sertifikasi keselamatan penerbangan dan membangun infrastruktur pendukung seperti vertiport (bandara khusus mobil terbang), pelatihan pilot, serta jalur penerbangan.

Pemerintah Jepang juga aktif mendukung pengembangan industri mobil terbang dan memasukkannya sebagai salah satu bidang strategis nasional yang akan mendapatkan investasi prioritas.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

Trending on Teknologi