Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan untuk menggandakan anggaran dukungan bagi industri konten, seperti anime, game, manga, musik, film, dan drama, menjadi sekitar 100 miliar yen. Informasi ini diperoleh dari sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Pemerintah juga berencana mengalokasikan setidaknya 500 miliar yen dalam lima tahun ke depan untuk mendukung ekspansi industri konten Jepang ke pasar internasional. Usulan anggaran itu akan dimasukkan dalam rancangan anggaran tahun fiskal 2027 yang akan disusun pada musim panas tahun ini.
Langkah tersebut muncul di tengah evaluasi terhadap Cool Japan Fund, dana investasi pemerintah dan swasta yang dibentuk lebih dari satu dekade lalu untuk mempromosikan produk budaya Jepang ke luar negeri. Dana tersebut mengalami kerugian besar akibat buruknya kinerja sejumlah perusahaan yang menerima investasinya.
Pemerintah menargetkan arah kebijakan baru ini dapat difinalisasi sebelum akhir tahun. Namun, masih terdapat pertanyaan mengenai efektivitas penambahan anggaran sebelum program baru tersebut menunjukkan hasil yang nyata.
Industri konten merupakan salah satu dari 17 sektor strategis yang diprioritaskan pemerintah Jepang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, bersama sektor lain seperti semikonduktor.
Saat ini, nilai penjualan industri konten Jepang di pasar luar negeri mencapai sekitar 6 triliun yen per tahun, bahkan melampaui nilai ekspor semikonduktor Jepang. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 20 triliun yen pada 2033.
Di sektor anime dan manga, pemerintah berencana mendukung pelatihan penerjemah serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu produksi karya yang ditujukan bagi pasar internasional. Jepang juga akan memperkuat upaya pemberantasan pembajakan digital yang semakin canggih di situs-situs luar negeri.
Sementara itu, di industri game, pemerintah akan mendorong pengembangan pasar game mobile dan game PC, yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan lebih besar dibandingkan game konsol. Dukungan juga akan diberikan untuk memperluas pasar internasional serta mengembangkan talenta di bidang musik, film, dan drama.
Dukungan pemerintah terhadap industri konten juga menjadi tren di negara lain. Korea Selatan, misalnya, mengalokasikan anggaran sekitar 76 miliar yen untuk sektor ini pada 2023. Di Jepang sendiri, kalangan dunia usaha dan sejumlah anggota Partai Demokrat Liberal (LDP) juga mendorong peningkatan anggaran hingga sedikitnya 500 miliar yen dalam lima tahun.
Sc : JT








