Menu

Dark Mode
Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007 Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Pentas Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Singgah ke Kanada, AS, Inggris, Taiwan, dan Jepang Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper Jepang Naikkan Pajak Keluar Negara Jadi 3.000 Yen, Biayai Penanganan Lonjakan Wisatawan Asing

News

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

badge-check


					Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007 Perbesar

Sekitar 350.000 orang berusia 15 hingga 64 tahun di Jepang diperkirakan pernah menggunakan kokain, menurut hasil survei pemerintah yang dirilis pada Kamis. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak metode survei saat ini mulai digunakan pada 2007.

Survei nasional yang dilakukan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang pada 2025 menunjukkan 0,4 persen responden mengaku pernah menggunakan kokain. Temuan ini muncul di tengah meningkatnya penindakan kasus kokain oleh kepolisian Jepang yang mencapai rekor tertinggi pada 2025.

Dalam survei tersebut, ganja menjadi narkoba ilegal yang paling banyak digunakan. Sebanyak 1,6 persen responden mengaku pernah menggunakannya, yang jika diproyeksikan ke populasi nasional setara dengan sekitar 1,41 juta orang.

“Kini tren penggunaan narkoba mulai bergeser. Dulu stimulan lebih dominan, tetapi sekarang ganja dan kokain semakin banyak digunakan, seperti yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat,” ujar Takuya Shimane, peneliti utama dari National Center of Neurology and Psychiatry. Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan kekambuhan bagi para pengguna.

Survei dilakukan terhadap 5.000 orang yang dipilih secara acak dari daftar penduduk antara Oktober hingga Desember 2025. Sebanyak 3.156 di antaranya memberikan jawaban yang valid. Karena data didasarkan pada pengakuan responden, jumlah pengguna sebenarnya diperkirakan bisa lebih tinggi.

Berdasarkan jenis kelamin, 0,5 persen pria dan 0,3 persen perempuan mengaku pernah menggunakan kokain. Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 210.000 pria dan 140.000 perempuan di seluruh Jepang.

Dilihat dari kelompok usia, responden berusia 40-an tahun menjadi kelompok dengan persentase pengguna kokain tertinggi, yakni 0,7 persen, atau sekitar 130.000 orang.

Sementara itu, menurut Badan Kepolisian Nasional Jepang, sebanyak 804 orang ditindak terkait kasus kokain sepanjang 2025, meningkat 218 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Polisi menduga banyak pengguna memperoleh narkoba tersebut melalui media sosial.

Survei juga menemukan bahwa responden berusia 20-an tahun merupakan kelompok yang paling sering mendapat tawaran narkoba, yakni 1,2 persen, atau sekitar 140.000 orang. Pria lebih banyak ditawari ganja dan stimulan, sedangkan perempuan lebih sering ditawari kokain.

Terkait fentanil, opioid yang memicu krisis besar di Amerika Serikat, hanya dua responden yang mengaku pernah menyalahgunakan obat tersebut yang sebelumnya diresepkan untuk mereka.

“Fentanil memang digunakan dalam dunia medis di Jepang, tetapi distribusinya diawasi dengan ketat,” kata Shimane.

Pemerintah Jepang telah melakukan survei penyalahgunaan narkoba setiap dua tahun sejak 1995, sementara metode analisis yang digunakan saat ini mulai diterapkan pada 2007.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper

2 July 2026 - 11:10 WIB

Jepang Naikkan Pajak Keluar Negara Jadi 3.000 Yen, Biayai Penanganan Lonjakan Wisatawan Asing

2 July 2026 - 10:10 WIB

Aturan Visa Baru Jepang Bikin Pengusaha Asing Cemas, Restoran Terancam Tutup dan Dideportasi

2 July 2026 - 07:52 WIB

Musim Pendakian Gunung Fuji Resmi Dibuka, Ribuan Pendaki Sambut Matahari Terbit Pertama

1 July 2026 - 13:32 WIB

Trending on News