Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang pada paruh pertama tahun 2026 turun 2,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 21,1 juta orang, menurut data pemerintah yang dirilis pada Rabu. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh merosotnya jumlah wisatawan asal China di tengah memburuknya hubungan kedua negara.
Berdasarkan data Japan National Tourism Organization (JNTO), jumlah wisatawan asal China anjlok 56,4 persen menjadi sekitar 2,06 juta orang. Sebaliknya, jumlah pengunjung dari Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat justru mengalami peningkatan selama periode Januari hingga Juni 2026.
Penurunan wisatawan China terjadi setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November tahun lalu menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan keterlibatan Jepang apabila terjadi konflik di Taiwan. Menanggapi hal tersebut, pemerintah China mengimbau warganya untuk menahan diri bepergian ke Jepang.
China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyatakan ingin menyatukan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut ke bawah kendalinya, termasuk dengan penggunaan kekuatan jika dianggap perlu.
Sementara itu, jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang pada Juni 2026 tercatat sebanyak 3,15 juta orang, turun 6,8 persen dibandingkan Juni tahun sebelumnya, menurut JNTO.
Sc : KN








