Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Alat musik tradisional angklung kini resmi menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran musik tingkat SMA di Gifu Special Needs School, Jepang, mulai tahun ajaran 2026.
Langkah ini menjadikan Gifu Special Needs School sebagai salah satu sekolah luar biasa di Jepang yang memanfaatkan warisan budaya Indonesia sebagai media pembelajaran inklusif. Angklung digunakan untuk melatih keterampilan motorik, kemampuan berkomunikasi, serta interaksi sosial para siswa.
Pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang telah terjalin sejak 2022 antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Gifu University, Gifu Special Needs School, dan Gifu City Board of Education. Selama kerja sama berlangsung, program ini juga berhasil mengenalkan metode pembelajaran angklung kepada lebih dari 500 guru sekolah berkebutuhan khusus dari tujuh prefektur di Jepang.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menyebut keberhasilan ini sebagai bukti semakin eratnya kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang pendidikan serta kebudayaan.
Melalui program tersebut, angklung tidak hanya diperkenalkan sebagai alat musik tradisional Indonesia, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mendukung pendidikan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus.
KBRI Tokyo juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung promosi seni dan budaya Indonesia di Jepang melalui berbagai program kolaborasi. Diharapkan, masuknya angklung ke dalam kurikulum sekolah di Jepang dapat semakin memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara kedua negara.
Sc : KBRI








