Ekspor buah persik dari Prefektur Fukushima ke Taiwan akhirnya kembali dilakukan secara penuh pada Senin (17/8), untuk pertama kalinya sejak pengiriman dihentikan setelah krisis nuklir Fukushima pada 2011.
Sekitar 4,5 ton persik Fukushima dijadwalkan dikirim ke Taiwan hingga 11 September. Langkah ini menyusul pencabutan pembatasan impor produk pangan Jepang oleh Taiwan pada November 2025.
Sebelum kecelakaan nuklir Fukushima Daiichi pada Maret 2011, Taiwan merupakan salah satu pasar utama persik Fukushima. Pada 2010, Fukushima mengekspor sekitar 28,8 ton persik, dan 18,5 ton di antaranya dikirim ke Taiwan.
Ekspor sempat dihentikan setelah kecelakaan nuklir. Pengiriman uji coba baru dilakukan pada 2023 dan 2025 setelah pemeriksaan memastikan produk tersebut aman dari kontaminasi radioaktif, tetapi volumenya masih sangat terbatas.
Pada Senin, sekitar 40 kotak atau 200 kilogram persik diberangkatkan dari sebuah fasilitas pengemasan di Fukushima. Buah tersebut akan dikirim melalui udara lewat Pasar Grosir Toyosu di Tokyo dan Bandara Narita, sebelum dijual di sejumlah department store di Taiwan.
JA Fukushima Mirai, koperasi pertanian setempat, menyambut baik dimulainya kembali ekspor ini. Mereka menilai langkah tersebut dapat meningkatkan kepercayaan petani sekaligus nilai merek persik Fukushima.
Sc : KN








