Pemerintah Jepang tengah menyiapkan paket bantuan untuk wilayah yang terdampak gempa di Kyushu dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
Salah satu bantuan yang disiapkan adalah bantuan hingga ¥3 juta atau sekitar Rp330 juta untuk setiap rumah tangga yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Selain bantuan langsung kepada warga, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program untuk membantu pemulihan ekonomi dan infrastruktur di wilayah terdampak.
Untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata yang mengalami banyak pembatalan perjalanan, khususnya di Prefektur Kumamoto, pemerintah berencana memberikan subsidi biaya perjalanan dan penginapan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kumamoto dan sejumlah wilayah lain di Kyushu.
Besaran diskon, wilayah yang memenuhi syarat, serta periode programnya masih akan ditentukan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang.
Pemerintah juga berencana memberikan subsidi untuk memperbaiki infrastruktur kereta api yang rusak akibat gempa, serta membantu perbaikan sumur yang digunakan banyak rumah tangga di Kumamoto sebagai sumber air minum.
Untuk sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, bantuan yang disiapkan meliputi biaya perbaikan fasilitas, sebagian biaya perlengkapan, serta subsidi pembayaran bunga pinjaman baru selama lima tahun.
Sementara untuk dunia usaha, pemerintah masih membahas sejumlah bantuan tambahan, termasuk kemungkinan memberikan dukungan kepada perusahaan yang bergerak di sektor semikonduktor di Kumamoto.
Sebelumnya, Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan pemerintah akan menetapkan gempa 28 Juli sebagai “bencana dengan tingkat keparahan ekstrem”, sehingga pemerintah daerah terdampak dapat memperoleh subsidi rekonstruksi yang lebih besar.
Pemerintah juga berencana menggunakan lebih dari ¥20 miliar dana cadangan untuk penanganan dampak gempa.
Program bantuan serupa sebelumnya pernah diberikan setelah gempa Kumamoto 2016 dan gempa Ishikawa 2024.
Sc : JT







