Nagoya di Jepang tengah pada Rabu memutuskan untuk memberikan bantuan darurat di seluruh wilayah kota setelah linear rainband terbentuk dan menyebabkan curah hujan rekor di kawasan Tokai sehari sebelumnya.
Hujan deras membuat transportasi lumpuh dan banyak pekerja serta pelajar terjebak di Nagoya hingga harus bermalam. Pemerintah setempat mengatakan sekitar 1.600 orang telah mengungsi di pusat evakuasi hingga pukul 19.00 pada Selasa, sementara sekitar 200 kendaraan mengalami kerusakan hingga pukul 04.00 Rabu.
Di sekitar Stasiun Nagoya pada Rabu pagi, banyak orang terlihat kelelahan saat berangkat kerja setelah tidak dapat pulang ke rumah. Seorang perempuan berusia 23 tahun dari Kasugai, misalnya, menghabiskan malam di tempat karaoke dekat stasiun bersama seorang temannya.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan bahwa hujan lebat masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Jepang hingga Kamis akibat front aktif. Masyarakat diminta waspada terhadap tanah longsor, banjir, dan kenaikan permukaan sungai. Di kawasan Tokai dan wilayah lainnya, kondisi tanah yang sudah longgar membuat hujan tambahan dalam jumlah kecil sekalipun dapat meningkatkan risiko bencana.
Menurut JMA, sebuah front membentang di sepanjang pesisir Pasifik Jepang bagian timur dan barat. Sementara itu, depresi tropis yang berkembang dari Topan Krovanh bergerak ke utara di sebelah selatan Pulau Shikoku. Udara hangat dan lembap mengalir menuju front aktif tersebut, yang diperkirakan sedikit bergeser ke selatan pada Kamis dan tetap berada di selatan Pulau Honshu.
JMA juga memperingatkan kemungkinan terbentuknya linear rainband yang dapat menyebabkan hujan sangat deras secara lokal dalam waktu lama. Dalam 24 jam hingga pukul 06.00 Kamis, curah hujan hingga 200 mm diperkirakan terjadi di Tokai dan Kinki, 150 mm di Shikoku, 120 mm di Kanto-Koshin termasuk Tokyo dan Hokuriku, serta 80 mm di Tohoku.
Sc : KN








