Fujitsu Ltd mengumumkan pada Senin bahwa perusahaan akan mulai menjual secara global “Monaka”, unit pemrosesan pusat (CPU) buatan Jepang untuk pemrosesan kecerdasan buatan (AI), mulai November. Langkah ini diambil untuk memperluas kehadirannya di pasar AI yang saat ini didominasi perusahaan luar negeri.
Perusahaan telekomunikasi dan komputer itu juga menyatakan akan menjual server produksi dalam negeri yang dilengkapi Monaka di Jepang dan Eropa. Sementara itu, Amerika Serikat dan China semakin intensif menguasai teknologi terkait seiring meningkatnya penggunaan AI untuk keperluan militer.
Permintaan di Eropa terhadap produk andal buatan Jepang meningkat dari perspektif keamanan, sehingga mendorong Fujitsu menyediakan penawaran terintegrasi mulai dari semikonduktor hingga server.
Chip AI saat ini sebagian besar berupa unit pemrosesan grafis (GPU), dengan raksasa semikonduktor AS Nvidia Corp yang mendominasi pasar.
Namun, GPU membutuhkan listrik dalam jumlah besar untuk pemrosesan AI. Fujitsu menyatakan Monaka meningkatkan kinerja pemrosesan dan efisiensi daya untuk metode yang dikenal sebagai inference, di mana AI menghasilkan jawaban berdasarkan apa yang telah dipelajari.
Monaka memanfaatkan teknologi yang dikembangkan untuk Fugaku, superkomputer andalan Jepang. Menurut Fujitsu, chip ini menawarkan kinerja pemrosesan dua kali lipat dibanding CPU pesaing dan dapat mengurangi jumlah server yang dibutuhkan serta konsumsi listrik hingga setengahnya untuk menangani jumlah pemrosesan yang sama.
Produksi Monaka akan dialihdayakan ke Taiwan Semiconductor Manufacturing Co, sementara Fujitsu juga mempertimbangkan untuk menggunakan produsen chip Jepang Rapidus Corp di masa depan.
Perusahaan berencana memasarkan chip tersebut ke penyedia layanan cloud dan pelanggan lain di Amerika Serikat serta Asia.
Server yang dilengkapi Monaka akan dirancang dan dikembangkan di Jepang serta diproduksi di pabrik Fujitsu di Prefektur Ishikawa. Penjualan akan dimulai pada November, dengan pengiriman ke pelanggan di Jepang dan Eropa mulai April tahun depan.
Fujitsu juga akan memperkenalkan sistem yang dapat menelusuri asal komponen dan riwayat produksinya untuk meningkatkan transparansi rantai pasokan. Perusahaan sedang berdiskusi dengan sekitar 40 perusahaan, termasuk di sektor keuangan dan telekomunikasi, mengenai kemungkinan adopsi.
Sc :JT










