Menu ✖

Dark Mode
Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028 Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah

News

6 Pendaki Tewas di Gunung Fuji Selama Musim Pendakian 2026

badge-check


					6 Pendaki Tewas di Gunung Fuji Selama Musim Pendakian 2026 Perbesar

Sebanyak enam pendaki meninggal dunia di Gunung Fuji selama musim pendakian yang berakhir pada 10 September. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dua kematian pada 2025, meski berbagai aturan telah diberlakukan untuk mengurangi pendakian malam tanpa istirahat atau bullet climbing serta pendakian dengan perlengkapan yang tidak memadai.

Jumlah korban masih dapat bertambah setelah dua pendaki ditemukan dalam kondisi henti jantung dan pernapasan (cardiopulmonary arrest) di tengah cuaca buruk menjelang penutupan Gunung Fuji. Masing-masing tiga korban tewas tercatat di sisi Yamanashi dan Shizuoka. Sebelumnya, tercatat empat kematian pada 2023 dan sembilan pada 2024.

Pada 9 September, hujan deras melanda kawasan Gunung Fuji. Sekitar pukul 05.40, sebuah pondok di dekat puncak melaporkan adanya orang yang tidak sadarkan diri di jalur pendakian. Sekitar satu jam kemudian, pondok lain di dekat Stasiun Ketujuh Baru di jalur Fujinomiya melaporkan pendaki lain yang ditemukan terjatuh dan tidak merespons. Polisi Shizuoka menemukan seorang pria Jepang yang diperkirakan berusia 50-an dan seorang pria yang diduga warga Thailand berusia 60-an.

Keduanya diduga mendaki sendirian dan tidak ditemukan luka luar yang serius. Kondisi tersebut membuat polisi menduga mereka kemungkinan tidak mampu bertahan menghadapi cuaca ekstrem. Pada malam sebelumnya, curah hujan mencapai 52 milimeter dalam satu jam di dekat Stasiun Kelima jalur Gotemba. Angin juga sangat kencang, dengan kecepatan maksimum sesaat mencapai 87,48 km/jam di sekitar pondok setelah Stasiun Ketujuh jalur Gotemba dan 95,76 km/jam di Stasiun Kedelapan jalur Yoshida.

Meski pembatasan pendakian diberlakukan, jumlah pendaki justru meningkat. Yamanashi mencatat 175.177 pendaki di jalur Yoshida, naik sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Pemerintah setempat menilai langkah untuk mengurangi bullet climbing dan pendakian dengan perlengkapan tidak memadai cukup berhasil. Namun, di sisi Shizuoka, kecelakaan pendakian meningkat. Polisi mencatat 55 kecelakaan pada Juli dan Agustus, naik 23 kasus, sementara jumlah pendaki yang terluka meningkat menjadi 32 orang.

Musim pendakian akhirnya ditutup pada 10 September di tengah cuaca yang masih buruk di sejumlah jalur. Seorang pendaki asal Inggris bahkan memutuskan kembali turun setelah angin semakin kencang. Seorang pendaki asal Tottori yang juga membatalkan rencana mencapai puncak mengatakan bahwa meski mengecewakan, “kamu tidak bisa mengalahkan alam.”

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028

8 October 2026 - 07:14 WIB

Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah

6 October 2026 - 16:10 WIB

Trending on News