Prefektur Yamanashi mengumumkan pada Senin bahwa mereka akan mulai memungut biaya untuk operasi penyelamatan menggunakan helikopter penanggulangan bencana di Gunung Fuji selama musim penutupan formal, jika pendaki tidak menyerahkan rencana pendakian.
Prefektur berencana memperkenalkan sistem ini mulai September tahun depan. Tujuannya adalah untuk mencegah pendakian berisiko di luar musim resmi, yang biasanya berlangsung dari 1 Juli hingga 10 September.
Biaya yang dikenakan adalah 8.000 yen untuk setiap lima menit helikopter terbang.
Yamanashi dan Prefektur Shizuoka yang berbatasan, yang mengelola jalur pendakian di puncak setinggi 3.776 meter ini, mencatat peningkatan jumlah pendakian di luar musim dan tanpa perencanaan. Beberapa di antaranya membuat pendaki terjebak di gunung tertinggi Jepang tersebut.
Pendakian di luar musim resmi membawa risiko lebih besar karena cuaca bisa sangat buruk dan pos pertolongan pertama tutup. Hal ini mendorong otoritas setempat untuk meminta langkah yang lebih tegas guna mencegah pendakian sembrono.
Dalam menyusun rencana ini, Yamanashi telah berkonsultasi dengan Shizuoka dan mempelajari sistem di Prefektur Saitama yang memungut biaya untuk beberapa operasi penyelamatan helikopter berdasarkan peraturan lokal.
Sc : JT








