Menu

Dark Mode
Demo Attack on Titan 3 di Tokyo Game Show 2026 Dua Orang Dikonfirmasi Tewas di Prefektur Chiba Usai Hujan Lebat Akibat Angin Topan Dujuan Topan Dujuan Mendekati Jepang Timur, Ganggu Transportasi dan Batalkan Acara di Tengah Libur Silver Week ANA Perkenalkan Pesawat Bertema Hijau Kedua untuk Rayakan 30 Tahun Pokémon Perusahaan Bus Hiroshima Rekrut Dua Warga Indonesia untuk Atasi Kekurangan Sopir Anime Tempal: Item no Chikara Ungkap Trailer Ketiga dan Dua Pengisi Suara Baru

News

Survei: 60% Penumpang Kereta di Jepang Terganggu oleh Turis Asing

badge-check


					Survei: 60% Penumpang Kereta di Jepang Terganggu oleh Turis Asing Perbesar

Lebih dari 60 persen penumpang kereta di Jepang mengaku merasa terganggu oleh perilaku turis asing di dalam kereta maupun di stasiun, menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Japan Private Railway Association.

Dalam survei tahunan mengenai etika penumpang di transportasi umum Jepang, 62,9 persen responden menyatakan pernah merasa terganggu oleh perilaku wisatawan mancanegara.

Keluhan utama yang paling banyak dilaporkan adalah “berbicara dengan suara keras dan perilaku berisik”, diikuti oleh cara membawa dan menyimpan bagasi serta cara berjalan di fasilitas stasiun, seperti menghalangi jalur dan tidak memperhatikan arus lalu lintas pejalan kaki.

Ini adalah pertama kalinya perilaku turis asing disorot dalam survei ini. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jepang, asosiasi ini berencana meningkatkan edukasi tentang etiket di transportasi umum bagi pengunjung dari luar negeri.

Secara keseluruhan, batuk dan bersin tanpa mempertimbangkan sekitar menjadi perilaku yang paling banyak dikeluhkan oleh penumpang kereta di Jepang, dengan 50,5 persen responden memilihnya sebagai perilaku paling mengganggu.

Ini adalah pertama kalinya perilaku tersebut menduduki peringkat teratas sejak survei ini dimulai pada 1999. Kenaikan jumlah keluhan ini diyakini akibat meningkatnya kekhawatiran akan penyebaran penyakit menular, terutama setelah kebijakan pembatasan COVID-19 dicabut dan lebih banyak orang naik kereta tanpa masker.

Di bawah batuk dan bersin, berikut ini adalah perilaku lain yang dianggap paling mengganggu dalam survei:

  1. Cara duduk yang tidak sopan, seperti merentangkan kaki atau mengambil ruang lebih dari yang diperlukan (31,9%).
  2. Percakapan dengan suara keras dan perilaku berisik (29,2%).
  3. Aroma menyengat, baik dari parfum, kosmetik, maupun produk lainnya (26,3%).
  4. Perilaku saat naik dan turun dari kereta, termasuk menghalangi pintu dan tidak bergerak ke tengah gerbong (23,8%).

Survei ini juga mencatat bahwa kebiasaan duduk yang tidak sopan dan perilaku saat naik dan turun kereta selalu masuk dalam tiga besar keluhan utama dari tahun ke tahun.

Survei ini dilakukan secara online pada bulan Oktober dan November dengan melibatkan 5.314 responden. Dari jumlah tersebut, 47,4 persen merasa bahwa etika di transportasi umum memburuk dibandingkan tahun sebelumnya, sementara hanya 17,5 persen yang merasa ada perbaikan.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Orang Dikonfirmasi Tewas di Prefektur Chiba Usai Hujan Lebat Akibat Angin Topan Dujuan

22 September 2026 - 13:10 WIB

Topan Dujuan Mendekati Jepang Timur, Ganggu Transportasi dan Batalkan Acara di Tengah Libur Silver Week

22 September 2026 - 10:10 WIB

ANA Perkenalkan Pesawat Bertema Hijau Kedua untuk Rayakan 30 Tahun Pokémon

22 September 2026 - 10:10 WIB

Perusahaan Bus Hiroshima Rekrut Dua Warga Indonesia untuk Atasi Kekurangan Sopir

21 September 2026 - 10:10 WIB

Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

19 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News