Menu

Dark Mode
Bonus Episode My Hero Academia “More” Siap Tayang Mei, Diangkat dari Chapter Tambahan Setelah Ending Pria WNI Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyusup ke Rumah Kosong untuk Mencuri Buron 7 Tahun, Pria Jepang Ditangkap atas Kasus Pembunuhan Wanita di Roppongi Gempa M6,2 Guncang Hokkaido, Jepang, Tanpa Peringatan Tsunami Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime

News

Startup Jepang ispace Targetkan Pendaratan di Bulan pada 6 Juni 2025

badge-check


					Startup Jepang ispace Targetkan Pendaratan di Bulan pada 6 Juni 2025 Perbesar

Startup Jepang ispace pada hari Selasa mengumumkan bahwa mereka menargetkan tanggal 6 Juni 2025 untuk pendaratan wahana bulan mereka, Resilience. Misi ini mengikuti keberhasilan wahana milik perusahaan AS, Blue Ghost, yang berbagi roket dengan Resilience dalam peluncuran Januari lalu menggunakan Falcon 9 milik SpaceX.

Blue Ghost berhasil mendarat di bulan pada Minggu lalu, menjadi misi swasta kedua yang mencapai prestasi tersebut, serta yang pertama mendarat dengan posisi tegak. Sebelumnya, wahana milik perusahaan AS lainnya mengalami insiden terjatuh saat pendaratan.

Kini, ispace berharap mendapatkan momen kejayaannya sendiri setelah kegagalan upaya pertama mereka pada tahun 2023, yang berakhir dengan “hard landing” dan tidak dapat diselamatkan.

“Dibandingkan dengan Misi 1, Misi 2 berjalan dengan sangat lancar sejak peluncuran,” kata CEO ispace, Takeshi Hakamada, dalam pernyataannya. “Saya merasa pengalaman dan pengetahuan dari misi sebelumnya telah dimanfaatkan dengan baik.”

Menurut ispace, jendela waktu pendaratan Resilience adalah antara 6 hingga 8 Juni, tergantung pada kondisi saat itu.

Meski berbagi roket peluncuran dengan Blue Ghost, Resilience membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai bulan. Wahana ini akan melakukan “lunar flyby” dan memasuki orbit transfer energi rendah sebelum akhirnya mendarat.

Pendaratan di bulan sangat menantang karena tidak adanya atmosfer yang membuat parasut tidak berguna. Sebagai gantinya, wahana harus mengandalkan kendali pendorong yang presisi untuk memperlambat kecepatan turun sambil bermanuver melewati medan yang berbahaya.

Hingga saat ini, hanya lima negara yang berhasil mendaratkan wahana secara lunak di bulan: Uni Soviet, Amerika Serikat, Tiongkok, India, dan Jepang.

Selain negara-negara tersebut, berbagai perusahaan swasta kini berlomba-lomba menawarkan eksplorasi luar angkasa yang lebih murah dan lebih sering dibandingkan misi pemerintah.

Pada tahun lalu, perusahaan AS Intuitive Machines menjadi perusahaan swasta pertama yang mendarat di bulan. Meskipun wahana mereka mendarat dalam posisi miring, misinya tetap dapat melakukan pengujian dan mengirimkan foto.

Kini, Intuitive Machines menargetkan pendaratan berikutnya dengan wahana Athena pada 6 Maret 2025. Misi ini akan mendarat lebih jauh ke selatan dibandingkan pendaratan bulan sebelumnya, membawa tiga rover, bor pencari es, serta drone lompatan inovatif sebagai daya tarik utama.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pria WNI Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyusup ke Rumah Kosong untuk Mencuri

27 April 2026 - 10:10 WIB

Buron 7 Tahun, Pria Jepang Ditangkap atas Kasus Pembunuhan Wanita di Roppongi

27 April 2026 - 10:10 WIB

Gempa M6,2 Guncang Hokkaido, Jepang, Tanpa Peringatan Tsunami

27 April 2026 - 06:55 WIB

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Trending on News