Menu

Dark Mode
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan Kadokawa Rilis Manga Baru “Tsukuru Niwa” Karya Mikanuji di Comic Newtype

Bahasa Jepang

Istilah-Istilah Jepang yang Tidak Memiliki Padanan dalam Bahasa Lain

badge-check


					Istilah-Istilah Jepang yang Tidak Memiliki Padanan dalam Bahasa Lain Perbesar

Bahasa Jepang memiliki banyak kata yang mencerminkan filosofi, estetika, dan budaya unik masyarakatnya. Beberapa istilah ini tidak bisa diterjemahkan langsung ke bahasa lain tanpa kehilangan nuansanya. Berikut daftar lengkapnya:


1. 木漏れ日 (Komorebi)

Artinya: Cahaya matahari yang menembus celah dedaunan.
Mengapa unik?
Tidak ada padanan untuk menggambarkan keindahan visual cahaya yang berinteraksi dengan daun dalam satu kata.


2. 侘寂 (Wabi-Sabi)

Artinya: Menerima ketidaksempurnaan dan menemukan keindahan dalam kesederhanaan.
Contoh:

  • Retakan pada tembikar yang diperbaiki dengan emas (kintsugi).
  • Kayu yang lapuk justru dianggap bernilai estetis.

3. 積ん読 (Tsundoku)

Artinya: Kebiasaan menumpuk buku tanpa membacanya.
Fakta Lucu:
Kata ini gabungan dari tsunde (menumpuk) + doku (membaca). Sebuah “penyakit” pecinta buku di seluruh dunia!


4. 森林浴 (Shinrin-yoku)

Artinya: “Mandi hutan” – terapi dengan menghirup udara hutan.
Manfaat:
Di Jepang, ini adalah metode medis untuk mengurangi stres.


5. 懐かしい (Natsukashii)

Artinya: Rindu yang menghangatkan sekaligus menyayat hati.
Contoh:
Perasaan saat mendengar lagu masa kecil atau mengingat tempat yang sudah berubah.


6. 幽玄 (Yūgen)

Artinya: Keindahan misterius alam semesta yang terlalu dalam untuk diungkapkan.
Konteks:
Sering muncul dalam puisi Zen dan teater Noh.


7. 物の哀れ (Mono no Aware)

Artinya: Kesadaran akan kesementaraan hidup.
Simbol:
Sakura yang berguguran – indah tapi sekilas.


8. 過労死 (Karōshi)

Artinya: Kematian karena kerja berlebihan.
Fakta Serius:
Istilah ini dipakai global untuk menggambarkan budaya kerja ekstrem.


9. 隙間時間 (Sukima Jikan)

Artinya: Waktu sela antaraktivitas (misal: menunggu kereta).
Budaya Jepang:
Orang Jepang ahli memanfaatkan waktu kecil ini untuk belajar/membaca.


10. 切ない (Setsunai)

Artinya: Sakit hati yang bercampur kerinduan.
Konteks:
Sering digunakan dalam lagu-lagu melankolis Jepang.


Istilah-istilah di atas membuktikan betapa bahasa Jepang kaya akan konsep yang berakar dari budaya, alam, dan emosi manusia.

💡 Tips:

  • Pelajari kata-kata ini untuk memahami cara pikir orang Jepang.
  • Coba gunakan dalam percakapan (misal: “Pemandangan ini membuatku merasa natsukashii”).

“Bahasa adalah cermin budaya.” — Kata-kata ini adalah buktinya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bahasa Jepang untuk Dunia Kendaraan Bekas: Siap Belanja Mobil & Motor Second di Jepang!

22 November 2025 - 17:45 WIB

Bahasa Jepang Saat Membuka Rekening Bank di Jepang

21 November 2025 - 16:10 WIB

Bahasa Jepang Saat Mengikuti Event Idol & Handshake Event

20 November 2025 - 12:30 WIB

Ungkapan Jepang untuk Menyapa Tetangga

20 November 2025 - 06:16 WIB

Frasa Jepang untuk Minta Diskon atau Tawaran Promo

18 November 2025 - 13:30 WIB

Trending on Bahasa Jepang