Menu

Dark Mode
Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

Teknologi

Jepang Ciptakan Alat AI untuk Menilai Lemak Tuna Tanpa Harus Dipotong

badge-check


					Jepang Ciptakan Alat AI untuk Menilai Lemak Tuna Tanpa Harus Dipotong Perbesar

Perusahaan teknologi Jepang Fujitsu Ltd. meluncurkan alat inspeksi ultrasonik berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengukur kadar lemak pada ikan tuna albacore beku—tanpa perlu memotong atau mencairkannya terlebih dahulu.

Alat ini diciptakan untuk menggantikan metode tradisional yang selama ini bergantung pada penilaian manusia, yang cenderung subjektif dan membutuhkan waktu. Dalam dunia perdagangan ikan, kadar lemak (marbling) sangat menentukan nilai jual tuna, terutama untuk keperluan sushi kelas atas.

Biasanya, penilai harus memotong bagian ekor tuna dan mencairkannya untuk memeriksa kualitas. Tapi pendekatan ini bergantung pada keahlian individu, dan jumlah penilai berpengalaman makin langka.

Untuk menjawab masalah tersebut, Fujitsu mulai melakukan riset bersama Universitas Tokai sejak tahun 2022. Hasilnya adalah metode non-destruktif yang menggunakan gelombang ultrasonik dari empat arah untuk menganalisis struktur bagian dalam ikan.

Gelombang yang dipantulkan dianalisis oleh program AI, yang kemudian bisa menilai tingkat lemak dengan akurasi lebih tinggi dibanding penilaian manusia. Proyek ini juga didukung oleh produsen mesin Ishida Tech, yang membantu mengembangkan prototipe menjadi produk nyata.

Dalam demonstrasi yang digelar pada 9 April, seekor tuna beku diletakkan di atas ban berjalan. Gelombang ultrasonik pun langsung diterapkan, dan sistem secara otomatis menampilkan hasil seperti “berlemak tinggi” atau “rendah lemak.”

Jika penilaian manual memakan waktu sekitar satu menit, alat ini hanya butuh 12 detik saja. Bahkan, seluruh ikan dalam satu tangkapan kini bisa diperiksa secara otomatis—sesuatu yang dulu dianggap tidak mungkin karena butuh waktu terlalu lama.

Produk ini akan mulai dijual pada Juni 2025 dengan harga sekitar 30 hingga 35 juta yen (sekitar Rp3 hingga Rp3,5 miliar).

Ke depannya, Fujitsu berencana menyempurnakan alat ini agar bisa digunakan untuk menilai jenis ikan lainnya seperti yellowfin tuna, bigeye tuna, dan bonito. Mereka juga tengah mengembangkan fitur tambahan untuk mengukur tingkat kesegaran dan tekstur ikan, selain kadar lemak.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Nissan Luncurkan Kicks Baru di Jepang, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

18 June 2026 - 12:10 WIB

JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori

13 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on Teknologi