Menu

Dark Mode
Live-Action BLUE LOCK Tambah Deretan Pemain Baru, Visual 20 Karakter Resmi Dirilis Tiga Bank Raksasa Jepang Bakal Dapat Akses AI Canggih “Claude Mythos” dari AS Kaisar Naruhito Kunjungi Belanda dan Belgia Juni Ini Game Baru Patlabor Akan Rilis Musim Panas Ini untuk PS5 dan PC Gara-Gara Krisis Minyak Timur Tengah, Perusahaan Cemilan Jepang Mulai Cetak Kemasan Hitam Putih Manga Romance “L♡DK Pink” Resmi Hadir dalam Bahasa Inggris di K MANGA

Teknologi

Jepang Ciptakan Alat AI untuk Menilai Lemak Tuna Tanpa Harus Dipotong

badge-check


					Jepang Ciptakan Alat AI untuk Menilai Lemak Tuna Tanpa Harus Dipotong Perbesar

Perusahaan teknologi Jepang Fujitsu Ltd. meluncurkan alat inspeksi ultrasonik berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengukur kadar lemak pada ikan tuna albacore beku—tanpa perlu memotong atau mencairkannya terlebih dahulu.

Alat ini diciptakan untuk menggantikan metode tradisional yang selama ini bergantung pada penilaian manusia, yang cenderung subjektif dan membutuhkan waktu. Dalam dunia perdagangan ikan, kadar lemak (marbling) sangat menentukan nilai jual tuna, terutama untuk keperluan sushi kelas atas.

Biasanya, penilai harus memotong bagian ekor tuna dan mencairkannya untuk memeriksa kualitas. Tapi pendekatan ini bergantung pada keahlian individu, dan jumlah penilai berpengalaman makin langka.

Untuk menjawab masalah tersebut, Fujitsu mulai melakukan riset bersama Universitas Tokai sejak tahun 2022. Hasilnya adalah metode non-destruktif yang menggunakan gelombang ultrasonik dari empat arah untuk menganalisis struktur bagian dalam ikan.

Gelombang yang dipantulkan dianalisis oleh program AI, yang kemudian bisa menilai tingkat lemak dengan akurasi lebih tinggi dibanding penilaian manusia. Proyek ini juga didukung oleh produsen mesin Ishida Tech, yang membantu mengembangkan prototipe menjadi produk nyata.

Dalam demonstrasi yang digelar pada 9 April, seekor tuna beku diletakkan di atas ban berjalan. Gelombang ultrasonik pun langsung diterapkan, dan sistem secara otomatis menampilkan hasil seperti “berlemak tinggi” atau “rendah lemak.”

Jika penilaian manual memakan waktu sekitar satu menit, alat ini hanya butuh 12 detik saja. Bahkan, seluruh ikan dalam satu tangkapan kini bisa diperiksa secara otomatis—sesuatu yang dulu dianggap tidak mungkin karena butuh waktu terlalu lama.

Produk ini akan mulai dijual pada Juni 2025 dengan harga sekitar 30 hingga 35 juta yen (sekitar Rp3 hingga Rp3,5 miliar).

Ke depannya, Fujitsu berencana menyempurnakan alat ini agar bisa digunakan untuk menilai jenis ikan lainnya seperti yellowfin tuna, bigeye tuna, dan bonito. Mereka juga tengah mengembangkan fitur tambahan untuk mengukur tingkat kesegaran dan tekstur ikan, selain kadar lemak.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Universitas di Tokyo Buka Laboratorium Tanpa Peneliti Manusia, Semua Eksperimen Dilakukan Robot

11 May 2026 - 10:10 WIB

Lexus Luncurkan SUV Listrik 3 Baris Pertama, Siap Rilis di Jepang Musim Dingin

8 May 2026 - 10:10 WIB

Robot Haro dari Anime Mobile Suit Gundam Akan Dikirim ke Luar Angkasa oleh Startup Jepang

7 May 2026 - 10:10 WIB

Denso Kembangkan Teknologi Cas Mobil Listrik Saat Jalan, Target 2029

5 May 2026 - 10:10 WIB

Robot Legendaris Honda P2 Raih Penghargaan Dunia, Pelopor Gerakan Robot Mirip Manusia

29 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi