Menu

Dark Mode
Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026 Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

News

Indonesia-Jepang Jajaki Kerjsama Teknologi dalam Bidang Pertanian Diharapkan Dapat Bangun Ekosistem Pangan

badge-check


					Indonesia-Jepang Jajaki Kerjsama Teknologi dalam Bidang Pertanian Diharapkan Dapat Bangun Ekosistem Pangan Perbesar

Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman, bertemu dengan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan Jepang, Taku Eto, di kantor Kementerian Pertanian pada Selasa (29/4/2025). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai isu strategis, mulai dari tantangan perubahan iklim terhadap produksi pangan hingga potensi kerja sama perdagangan komoditas seperti susu dan Crude Palm Oil (CPO).

Amran mengungkapkan bahwa Jepang menawarkan ekspor susu sapi ke Indonesia karena mengalami surplus stok. Menanggapi hal itu, Indonesia juga meminta peningkatan impor CPO dari Jepang sebagai bagian dari kerja sama perdagangan timbal balik.

“Kami ditawari susu, karena Jepang kelebihan stok dan kita memang masih kekurangan. Saya bilang oke, tapi saya juga minta ekspor CPO kita ke Jepang ditingkatkan,” ujar Amran usai pertemuan.

Terkait kemungkinan ekspor beras ke Jepang, Amran menjelaskan bahwa saat ini fokus kerja sama masih pada pengembangan teknologi pertanian. Indonesia sendiri sedang menjaga stok beras dalam negeri. Namun, ia tidak menutup kemungkinan ekspor bisa dilakukan jika ada arahan resmi dari Presiden.

“Kita kerja sama dulu. Kalau ada perintah ekspor, saya pasti lakukan. Tapi prioritas sekarang adalah menjaga stok nasional,” katanya.

Salah satu isu penting dalam pertemuan tersebut adalah dampak perubahan iklim ekstrem terhadap sektor pertanian. Amran menyebut bahwa hampir semua negara mengalami penurunan produksi akibat suhu tinggi, termasuk Indonesia dan Jepang.

“Yang terpukul itu sektor pertanian, suhu panas luar biasa, jadi hasil panen turun,” jelasnya.

Sebagai solusi, Indonesia dan Jepang sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang teknologi pertanian, termasuk pengembangan benih unggul. Amran menekankan bahwa Indonesia memiliki lahan subur dan sumber air yang cukup, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan bersama dalam bentuk klaster pertanian modern.

“Kami ingin membentuk klaster bersama. Ini bisa jadi solusi mitigasi risiko kekurangan pangan di masa depan. Kami juga membuka peluang investasi, tapi yang terpenting sekarang adalah kerja sama teknologi untuk menghadapi tantangan iklim,” tutup Amran.

Sc : MI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on News