Menu ✖

Dark Mode
Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja Anime Grand Blue Dreaming Resmi Dapatkan Season 4 Stasiun Kereta Jepang Dipadati Warga Usai Libur Silver Week Berakhir Aeon Jepang Jual Jeans Seharga ¥1.000, Persaingan Celana Denim Murah Kembali Memanas KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal

Teknologi

Jepang Ingin Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Ramalan Cuaca Lebih Akurat

badge-check


					Jepang Ingin Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Ramalan Cuaca Lebih Akurat Perbesar

Badan Meteorologi Jepang (JMA) tengah mempertimbangkan penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem peramalan cuaca guna meningkatkan akurasi prediksi, menurut sumber yang dekat dengan isu tersebut.

Sebagai langkah awal, JMA membentuk tim baru pada April lalu untuk memimpin pengembangan infrastruktur dan teknologi. Rencananya, AI akan dikombinasikan dengan model peramalan numerik yang saat ini sudah digunakan, dengan memanfaatkan data cuaca historis dan teknologi deep learning.

Jika diterapkan, sistem AI akan menganalisis data dalam jumlah besar untuk mengenali pola cuaca dan menghasilkan prediksi suhu, curah hujan, hingga potensi jalur topan. Di beberapa bidang tertentu, seperti prediksi lintasan topan, metode berbasis AI diyakini dapat lebih akurat dibandingkan pendekatan tradisional.

JMA diperkirakan akan mengumumkan langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan fungsionalitas data menggunakan AI dan teknologi lainnya sekitar bulan Juni.

Saat ini, JMA mengandalkan model peramalan numerik berbasis data observasi dan superkomputer untuk mensimulasikan kondisi atmosfer di masa depan. Hasil simulasi ini kemudian dianalisis oleh peramal cuaca berpengalaman yang mempertimbangkan situasi nyata sebelum laporan cuaca dan peringatan bencana dirilis.

AI sebelumnya sudah digunakan dalam kapasitas terbatas untuk menyempurnakan hasil simulasi. Namun, meski sistem prediksi berbasis AI diterapkan, keputusan akhir tetap akan berada di tangan manusia sebagai pengawas.

Selain untuk peramalan cuaca, JMA juga sedang menjajaki penggunaan deep learning dalam pemrosesan data dari satelit cuaca Himawari-10 yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun fiskal 2029.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

Trending on Teknologi