Menu

Dark Mode
Restoran Tradisional di Kyoto Raih 3 Bintang Michelin Pertama dalam 6 Tahun Kepanikan di Kereta JR Jepang, 3 Orang Sekeluarga Dilarikan ke Rumah Sakit Timnas Indonesia Masuk Grup F di Piala Asia 2027, Hadapi Jepang hingga Qatar Prefektur Ibaraki Jepang Mulai Kasih Imbalan Uang untuk Pelapor Pekerja Asing Ilegal Meru Nukumi Gabung Serial Live-Action Baru GTO, Jadi Guru Pendamping Kelas Onizuka Miyazaki Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia untuk Perekrutan Tenaga Kerja

Teknologi

Jepang Ingin Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Ramalan Cuaca Lebih Akurat

badge-check


					Jepang Ingin Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Ramalan Cuaca Lebih Akurat Perbesar

Badan Meteorologi Jepang (JMA) tengah mempertimbangkan penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem peramalan cuaca guna meningkatkan akurasi prediksi, menurut sumber yang dekat dengan isu tersebut.

Sebagai langkah awal, JMA membentuk tim baru pada April lalu untuk memimpin pengembangan infrastruktur dan teknologi. Rencananya, AI akan dikombinasikan dengan model peramalan numerik yang saat ini sudah digunakan, dengan memanfaatkan data cuaca historis dan teknologi deep learning.

Jika diterapkan, sistem AI akan menganalisis data dalam jumlah besar untuk mengenali pola cuaca dan menghasilkan prediksi suhu, curah hujan, hingga potensi jalur topan. Di beberapa bidang tertentu, seperti prediksi lintasan topan, metode berbasis AI diyakini dapat lebih akurat dibandingkan pendekatan tradisional.

JMA diperkirakan akan mengumumkan langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan fungsionalitas data menggunakan AI dan teknologi lainnya sekitar bulan Juni.

Saat ini, JMA mengandalkan model peramalan numerik berbasis data observasi dan superkomputer untuk mensimulasikan kondisi atmosfer di masa depan. Hasil simulasi ini kemudian dianalisis oleh peramal cuaca berpengalaman yang mempertimbangkan situasi nyata sebelum laporan cuaca dan peringatan bencana dirilis.

AI sebelumnya sudah digunakan dalam kapasitas terbatas untuk menyempurnakan hasil simulasi. Namun, meski sistem prediksi berbasis AI diterapkan, keputusan akhir tetap akan berada di tangan manusia sebagai pengawas.

Selain untuk peramalan cuaca, JMA juga sedang menjajaki penggunaan deep learning dalam pemrosesan data dari satelit cuaca Himawari-10 yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun fiskal 2029.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Universitas di Tokyo Buka Laboratorium Tanpa Peneliti Manusia, Semua Eksperimen Dilakukan Robot

11 May 2026 - 10:10 WIB

Lexus Luncurkan SUV Listrik 3 Baris Pertama, Siap Rilis di Jepang Musim Dingin

8 May 2026 - 10:10 WIB

Robot Haro dari Anime Mobile Suit Gundam Akan Dikirim ke Luar Angkasa oleh Startup Jepang

7 May 2026 - 10:10 WIB

Denso Kembangkan Teknologi Cas Mobil Listrik Saat Jalan, Target 2029

5 May 2026 - 10:10 WIB

Robot Legendaris Honda P2 Raih Penghargaan Dunia, Pelopor Gerakan Robot Mirip Manusia

29 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi