Menu

Dark Mode
Akhirnya! Nintendo Akan Resmi Masuk Pasar Indonesia Festival Yosakoi Dimulai di Jepang, Ribuan Penari Tetap Semangat di Tengah Panas Bencana Tanah Longsor di Prefektur Nagano, Kemlu RI : Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Pokémon dan YOSHIKI Donasikan Ratusan Juta Yen untuk Korban Gempa Kumamoto WNI Berusia 20 Tahun Dikabarkan Hilang dari Kapal di Perairan Jepang, Diduga Jatuh ke Laut Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak

Teknologi

Jepang Ingin Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Ramalan Cuaca Lebih Akurat

badge-check


					Jepang Ingin Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Ramalan Cuaca Lebih Akurat Perbesar

Badan Meteorologi Jepang (JMA) tengah mempertimbangkan penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem peramalan cuaca guna meningkatkan akurasi prediksi, menurut sumber yang dekat dengan isu tersebut.

Sebagai langkah awal, JMA membentuk tim baru pada April lalu untuk memimpin pengembangan infrastruktur dan teknologi. Rencananya, AI akan dikombinasikan dengan model peramalan numerik yang saat ini sudah digunakan, dengan memanfaatkan data cuaca historis dan teknologi deep learning.

Jika diterapkan, sistem AI akan menganalisis data dalam jumlah besar untuk mengenali pola cuaca dan menghasilkan prediksi suhu, curah hujan, hingga potensi jalur topan. Di beberapa bidang tertentu, seperti prediksi lintasan topan, metode berbasis AI diyakini dapat lebih akurat dibandingkan pendekatan tradisional.

JMA diperkirakan akan mengumumkan langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan fungsionalitas data menggunakan AI dan teknologi lainnya sekitar bulan Juni.

Saat ini, JMA mengandalkan model peramalan numerik berbasis data observasi dan superkomputer untuk mensimulasikan kondisi atmosfer di masa depan. Hasil simulasi ini kemudian dianalisis oleh peramal cuaca berpengalaman yang mempertimbangkan situasi nyata sebelum laporan cuaca dan peringatan bencana dirilis.

AI sebelumnya sudah digunakan dalam kapasitas terbatas untuk menyempurnakan hasil simulasi. Namun, meski sistem prediksi berbasis AI diterapkan, keputusan akhir tetap akan berada di tangan manusia sebagai pengawas.

Selain untuk peramalan cuaca, JMA juga sedang menjajaki penggunaan deep learning dalam pemrosesan data dari satelit cuaca Himawari-10 yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun fiskal 2029.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi