Menu

Dark Mode
Presiden dan Pendiri Kyoto Animation Hideaki Hatta Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun Tingkat Kelulusan Ujian Konversi SIM Asing di Jepang Anjlok Setelah Aturan Diperketat Serangan AS-Israel ke Iran Guncang Industri Pelayaran dan Penerbangan Jepang Kyoto Naikkan Pajak Penginapan hingga 10.000 Yen, Himeji Castle Juga Naikkan Harga Tiket untuk Turis Nonresiden Apartment Hotel Kian Menjamur di Jepang, Incar Turis Asing yang Menginap Lama Trailer Baru BEASTARS Final Season Part 2 Dirilis, Tayang 7 Maret di Netflix

Culture

Makna Bunga di Jepang: Jangan Asal Kasih Lily atau Camellia!

badge-check


					Makna Bunga di Jepang: Jangan Asal Kasih Lily atau Camellia! Perbesar

Di Jepang, bunga bukan sekadar cantik—mereka sarat makna dan simbolisme. Memberi bunga memang terlihat romantis atau sopan, tapi kalau salah pilih, bisa-bisa kamu justru menyampaikan pesan yang tidak diinginkan! Dua contoh bunga yang harus kamu waspadai adalah lily putih dan camellia (tsubaki).

Yuk, cari tahu arti di balik bunga-bunga ini agar kamu tidak salah kaprah saat memberikan bunga di Jepang.


1. Lily Putih (白百合 – Shiroyuri): Antara Kesucian dan Duka

Di banyak budaya, lily putih melambangkan kemurnian dan keanggunan, bahkan sering dikaitkan dengan perasaan cinta yang murni. Tapi di Jepang, lily putih juga sering digunakan dalam upacara pemakaman dan duka cita.

Karena itu, memberikan lily putih pada orang yang sedang merayakan kelahiran, pernikahan, atau ulang tahun bisa dianggap tidak pantas.
⚠️ Kecuali memang niatnya untuk menunjukkan belasungkawa atau simpati.


2. Camellia (椿 – Tsubaki): Cantik Tapi Terkait Kematian

Bunga camellia punya warna yang indah dan elegan. Tapi di Jepang, bunga ini jatuh dari tangkainya secara utuh, yang menyerupai kepala yang terpenggal.
Karena itu, camellia sering dianggap sebagai bunga yang membawa sial, terutama bagi orang yang sedang sakit atau dalam masa pemulihan.

🚫 Jangan berikan bunga ini kepada pasien di rumah sakit atau orang tua—itu bisa dianggap sebagai pertanda buruk.


3. Bunga Lain yang Perlu Kamu Perhatikan

  • Higanbana (彼岸花 – Bunga Lycoris Merah): Melambangkan perpisahan dan kematian. Sering tumbuh di dekat kuburan.

  • Kiku (菊 – Krisan): Meski jadi simbol kekaisaran Jepang, krisan putih juga banyak dipakai dalam pemakaman.

  • Sumire (すみれ – Violet): Lambang kerendahan hati dan kesetiaan. Aman dan netral untuk diberikan.

  • Sakura (桜 – Bunga sakura): Simbol kecantikan sementara dan awal yang baru—pilihan aman dan bermakna positif.


4. Kapan Boleh Memberi Bunga?

Kalau kamu ingin memberikan bunga di Jepang, pastikan momen dan jenis bunganya tepat:

  • Ulang tahun: bunga cerah seperti tulip, mawar, atau bunga matahari

  • Pernikahan: bunga lembut dan segar seperti baby’s breath atau lily pink

  • Duka cita: bunga putih seperti lily atau krisan putih (jika memang untuk belasungkawa)


Memberikan bunga di Jepang bukan sekadar soal estetika—ada filosofi, budaya, dan bahkan pantangan di baliknya. Jadi, sebelum kamu memberikan bunga kepada seseorang di Jepang, pastikan kamu tahu maknanya. Salah-salah, niat baikmu bisa disalahartikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture