Menu

Dark Mode
Akhirnya! Nintendo Akan Resmi Masuk Pasar Indonesia Festival Yosakoi Dimulai di Jepang, Ribuan Penari Tetap Semangat di Tengah Panas Bencana Tanah Longsor di Prefektur Nagano, Kemlu RI : Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Pokémon dan YOSHIKI Donasikan Ratusan Juta Yen untuk Korban Gempa Kumamoto WNI Berusia 20 Tahun Dikabarkan Hilang dari Kapal di Perairan Jepang, Diduga Jatuh ke Laut Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak

Teknologi

Startup Jepang Kembangkan Alat Tes Urine untuk Deteksi Risiko Kanker di Tahap Awal

badge-check


					Startup Jepang Kembangkan Alat Tes Urine untuk Deteksi Risiko Kanker di Tahap Awal Perbesar

Sebuah startup Jepang mengembangkan alat tes skrining risiko kanker berbasis urine yang menunjukkan potensi menjanjikan untuk mendeteksi kanker pada tahap paling awal secara non-invasif.

Kit tes buatan Craif Inc., perusahaan rintisan hasil spin-off dari Universitas Nagoya yang didirikan pada 2018, dapat digunakan untuk menilai risiko hingga tujuh jenis kanker sekaligus, tanpa perlu pengambilan sampel darah.

Produk ini berhasil mendeteksi perubahan pada sel prakanker pada warga di beberapa kota di Hokkaido, Jepang utara. Craif membagikan 100 set kit tes bernama “miSignal” secara gratis kepada mereka selama setahun hingga Maret 2025.

“Kami berhasil mendeteksi dan mengobati kanker yang sulit ditemukan lewat pemeriksaan X-ray,” kata Tatsuya Kato, profesor di Rumah Sakit Universitas Hokkaido, seraya menambahkan bahwa kit ini akan sangat bermanfaat di daerah seperti Hokkaido yang memiliki keterbatasan fasilitas medis.

Kit ini bekerja dengan mendeteksi microRNA, penanda biologis (biomarker) yang diketahui terkait dengan tahap awal perkembangan kanker, dari sedikit sampel urine. Alat ini dapat membantu menyaring risiko kanker paru-paru, usus besar, pankreas, dan beberapa jenis kanker lainnya.

Hasil survei penggunaan kit tes ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Japanese Association for Chest Surgery pada Mei lalu.

Pada peserta berusia 60 tahun ke atas yang tidak pernah menjalani tes kanker paru-paru selama lima tahun atau lebih, terdeteksi tumor di paru-paru seorang wanita berusia 60-an, yang kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan dan operasi berhasil dilakukan. Tumor tersebut terdiagnosis sebagai adenokarsinoma in situ (Stadium 0).

Sel prakanker di usus besar dan pankreas juga terdeteksi pada enam orang lain dalam survei tersebut, menurut perusahaan.

Di Jepang, diperkirakan satu dari dua orang akan mengidap kanker dalam hidupnya. Statistik National Cancer Center Japan juga menunjukkan satu dari empat pria dan satu dari enam wanita di Jepang meninggal akibat penyakit tersebut.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi