Menu

Dark Mode
Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik Buku Anak Legendaris “Little Mouse’s Red Vest” Akan Jadi Anime, Tayang April Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober Kesalahan Umum Saat Ganti Jalur Kereta di Jepang

Teknologi

Startup Jepang Kembangkan Alat Tes Urine untuk Deteksi Risiko Kanker di Tahap Awal

badge-check


					Startup Jepang Kembangkan Alat Tes Urine untuk Deteksi Risiko Kanker di Tahap Awal Perbesar

Sebuah startup Jepang mengembangkan alat tes skrining risiko kanker berbasis urine yang menunjukkan potensi menjanjikan untuk mendeteksi kanker pada tahap paling awal secara non-invasif.

Kit tes buatan Craif Inc., perusahaan rintisan hasil spin-off dari Universitas Nagoya yang didirikan pada 2018, dapat digunakan untuk menilai risiko hingga tujuh jenis kanker sekaligus, tanpa perlu pengambilan sampel darah.

Produk ini berhasil mendeteksi perubahan pada sel prakanker pada warga di beberapa kota di Hokkaido, Jepang utara. Craif membagikan 100 set kit tes bernama “miSignal” secara gratis kepada mereka selama setahun hingga Maret 2025.

“Kami berhasil mendeteksi dan mengobati kanker yang sulit ditemukan lewat pemeriksaan X-ray,” kata Tatsuya Kato, profesor di Rumah Sakit Universitas Hokkaido, seraya menambahkan bahwa kit ini akan sangat bermanfaat di daerah seperti Hokkaido yang memiliki keterbatasan fasilitas medis.

Kit ini bekerja dengan mendeteksi microRNA, penanda biologis (biomarker) yang diketahui terkait dengan tahap awal perkembangan kanker, dari sedikit sampel urine. Alat ini dapat membantu menyaring risiko kanker paru-paru, usus besar, pankreas, dan beberapa jenis kanker lainnya.

Hasil survei penggunaan kit tes ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Japanese Association for Chest Surgery pada Mei lalu.

Pada peserta berusia 60 tahun ke atas yang tidak pernah menjalani tes kanker paru-paru selama lima tahun atau lebih, terdeteksi tumor di paru-paru seorang wanita berusia 60-an, yang kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan dan operasi berhasil dilakukan. Tumor tersebut terdiagnosis sebagai adenokarsinoma in situ (Stadium 0).

Sel prakanker di usus besar dan pankreas juga terdeteksi pada enam orang lain dalam survei tersebut, menurut perusahaan.

Di Jepang, diperkirakan satu dari dua orang akan mengidap kanker dalam hidupnya. Statistik National Cancer Center Japan juga menunjukkan satu dari empat pria dan satu dari enam wanita di Jepang meninggal akibat penyakit tersebut.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

25 February 2026 - 13:10 WIB

Universitas Kyoto Perkenalkan “Biksu Robot” Berbasis AI untuk Bantu Upacara Keagamaan

25 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi