Menu

Dark Mode
Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun Game Attack on Titan 3 Resmi Rilis 10 Desember 2026, Hadirkan Pertarungan Melawan Semua Nine Titans Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang

Culture

“Kenapa Lampu Lalu Lintas di Jepang Disebut ‘Biru’, Bukan Hijau?”

badge-check


					“Kenapa Lampu Lalu Lintas di Jepang Disebut ‘Biru’, Bukan Hijau?” Perbesar

Kalau kamu belajar bahasa Jepang, pasti akan kaget saat tahu: lampu lalu lintas yang berwarna hijau sering disebut “ao” (青) yang artinya biru. Lalu kenapa orang Jepang bilang biru, padahal lampunya jelas hijau? Jawabannya menarik dan berakar pada budaya serta sejarah bahasa Jepang sendiri!


🎨 Bahasa Jepang Kuno: Biru dan Hijau Sama?

Dalam sejarah linguistik Jepang, dulu tidak ada kata khusus untuk warna hijau. Segala sesuatu yang hijau disebut “ao”, yang pada dasarnya berarti biru. Misalnya:

Seiring waktu, kata khusus untuk hijau, yaitu “midori” (緑), muncul dan mulai dipakai lebih luas. Tapi beberapa kebiasaan lama tetap bertahan — termasuk menyebut lampu lalu lintas hijau dengan “ao”.


🚥 Kenapa Lampu Hijau Disebut Biru?

Saat Jepang mulai mengadopsi lampu lalu lintas dari Barat pada awal abad ke-20, warna lampu diatur sama seperti di negara lain: merah, kuning, hijau. Tapi di kehidupan sehari-hari, orang Jepang tetap menyebutnya aoshingou (青信号) atau “lampu biru” untuk lampu hijau.

Agar sesuai dengan kebiasaan bahasa, pemerintah Jepang sengaja memilih warna hijau yang agak kebiruan untuk lampu lalu lintas, supaya tetap ‘nyambung’ dengan kata “ao”. Jadi, kalau kamu lihat lampu hijau di Jepang, warnanya memang sering terlihat sedikit kebiru-biruan dibanding lampu hijau di negara lain.


📚 Contoh Lain dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kebiasaan ini juga terlihat di kata-kata lain:

  • Aojiro (青白): pucat (kulit).

  • Aouni (青鬼): setan biru, padahal warnanya kadang digambar hijau.

  • Aozora (青空): langit biru, walau kadang langit mendung agak abu-abu tetap disebut biru.

Kebiasaan menyebut lampu hijau dengan “biru” adalah contoh unik bagaimana bahasa dan budaya Jepang menghargai warisan tradisi. Bagi orang Jepang, hijau dan biru saling terkait dalam satu spektrum warna — sesuatu yang mungkin membingungkan bagi orang asing, tapi justru menambah warna-warni menarik dalam belajar bahasa Jepang.

Jadi, lain kali kalau mendengar orang Jepang bilang “lampu biru”, kamu nggak perlu bingung: artinya lampu hijau sudah menyala — jalan terus! 🚦🇯🇵

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture