Menu

Dark Mode
Dua Orang Dikonfirmasi Tewas di Prefektur Chiba Usai Hujan Lebat Akibat Angin Topan Dujuan Topan Dujuan Mendekati Jepang Timur, Ganggu Transportasi dan Batalkan Acara di Tengah Libur Silver Week ANA Perkenalkan Pesawat Bertema Hijau Kedua untuk Rayakan 30 Tahun Pokémon Perusahaan Bus Hiroshima Rekrut Dua Warga Indonesia untuk Atasi Kekurangan Sopir Anime Tempal: Item no Chikara Ungkap Trailer Ketiga dan Dua Pengisi Suara Baru Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

News

Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang

badge-check


					Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang Perbesar

Pemerintah Jepang mengubah kebijakan penanganan beruang setelah serangan terhadap manusia mencapai rekor tertinggi. Pada tahun fiskal 2025, tercatat 238 orang diserang beruang, dengan 13 di antaranya meninggal dunia.

Selama ini Jepang lebih berfokus melindungi populasi beruang. Namun kini pemerintah mulai menargetkan pengurangan jumlah beruang, terutama di wilayah Tohoku yang menjadi daerah dengan kasus terbanyak.

Pemerintah menargetkan populasi beruang di Tohoku turun dari sekitar 19.000 ekor menjadi 12.000 ekor pada 2030. Selain itu, survei nasional menggunakan ratusan kamera juga mulai dilakukan untuk menghitung populasi beruang secara lebih akurat.

Para ahli menilai meningkatnya serangan bukan semata-mata karena jumlah beruang bertambah, tetapi juga akibat menurunnya populasi di pedesaan Jepang. Banyak lahan pertanian terbengkalai dan hutan semakin meluas sehingga habitat beruang kini semakin dekat dengan permukiman manusia.

Selain itu, beberapa peneliti juga mengungkap adanya perubahan perilaku beruang. Jika sebelumnya beruang biasanya menyerang untuk membela diri, kini ditemukan beberapa kasus di mana beruang langsung memangsa korban setelah menyerang, sehingga pola perilaku tersebut sedang diteliti lebih lanjut.

Untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar, pemerintah akan membagi wilayah menjadi beberapa zona, termasuk kawasan permukiman, zona penyangga, hingga habitat inti beruang. Pemerintah daerah juga diminta menghilangkan faktor yang menarik beruang datang ke permukiman, seperti lahan kosong yang tidak dikelola.

Pemerintah menargetkan seluruh daerah memiliki sistem pengelolaan habitat beruang yang baru paling lambat pada 2030, sebagai upaya menekan jumlah serangan di masa depan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Orang Dikonfirmasi Tewas di Prefektur Chiba Usai Hujan Lebat Akibat Angin Topan Dujuan

22 September 2026 - 13:10 WIB

Topan Dujuan Mendekati Jepang Timur, Ganggu Transportasi dan Batalkan Acara di Tengah Libur Silver Week

22 September 2026 - 10:10 WIB

ANA Perkenalkan Pesawat Bertema Hijau Kedua untuk Rayakan 30 Tahun Pokémon

22 September 2026 - 10:10 WIB

Perusahaan Bus Hiroshima Rekrut Dua Warga Indonesia untuk Atasi Kekurangan Sopir

21 September 2026 - 10:10 WIB

Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

19 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News