Menu

Dark Mode
Rispek King! 5 Peserta Magang Indonesia Terima Penghargaan Usai Selamatkan Lansia di Jepang Dua Perempuan dan Satu Pria Tewas di Hikone, Jepang! Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri Bersama Polisi Ibaraki Tangkap 23 WNA Ilegal, 19 Diantaranya Warga Indonesia Setelah 70 Tahun, Jepang Pertimbangkan Aturan Sanksi untuk Pria Hidung Belang Didorong Lansia, Perempuan, dan Pekerja Asing, Angkatan Kerja Jepang Catat Rekor 70 Juta Orang pada 2025 Adaptasi Anime Saijō no Osewa Siap Mengudara Juli 2026

Makanan

Natto: Makanan Khas Jepang dari Fermentasi Kedelai yang Menyimpan Keajaiban Nutrisi

badge-check


					Natto: Makanan Khas Jepang dari Fermentasi Kedelai yang Menyimpan Keajaiban Nutrisi Perbesar

Di antara berbagai hidangan khas Jepang, natto adalah salah satu makanan yang paling unik dan sering kali menjadi topik perdebatan. Terbuat dari kedelai yang difermentasi, natto dikenal karena teksturnya yang lengket dan rasa yang khas. Meskipun natto mungkin tidak disukai oleh semua orang, banyak yang percaya bahwa makanan ini menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa.

Natto telah ada di Jepang selama berabad-abad dan diperkirakan berasal dari daerah Jepang utara. Makanan ini awalnya dibuat secara tidak sengaja ketika kedelai direbus dan dibiarkan dalam kondisi yang tepat untuk fermentasi. Seiring waktu, natto menjadi makanan pokok, terutama di kalangan masyarakat pedesaan yang menghargai nilai gizinya.

Proses Pembuatan Natto

Pembuatan natto melibatkan proses fermentasi kedelai menggunakan bakteri Bacillus subtilis. Kedelai yang telah direbus dicampur dengan bakteri ini dan dibiarkan dalam kondisi hangat selama beberapa jam. Hasilnya adalah kedelai yang memiliki aroma khas dan tekstur lengket yang menjadi ciri khas natto.

Proses fermentasi ini tidak hanya mengubah rasa dan tekstur, tetapi juga meningkatkan nilai gizi kedelai. Natto kaya akan protein, vitamin K2, dan enzim yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.

Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan

Natto kaya akan nutrisi yang penting bagi tubuh. Selain protein yang tinggi, natto juga mengandung serat, zat besi, dan kalsium. Salah satu keunggulan utama natto adalah kandungan vitamin K2 yang tinggi, yang dikenal baik untuk kesehatan tulang dan sistem kardiovaskular.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa natto dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis dan meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, natto juga dipercaya dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan memiliki sifat anti-inflamasi.

Cara Menikmati Natto

Natto biasanya disajikan dengan nasi, saus kedelai, dan bawang hijau cincang. Masyarakat Jepang sering mengonsumsi natto sebagai sarapan, dan banyak yang menyukainya karena kemudahan penyajian dan nilai gizinya. Bagi mereka yang baru mencoba natto, aroma dan tekstur mungkin sedikit mengintimidasi, tetapi banyak orang merasa ketagihan setelah mencoba beberapa kali.

Beberapa variasi natto yang menarik meliputi natto dengan campuran bahan lain seperti tuna atau telur mentah, memberikan variasi rasa dan tekstur yang berbeda. Anda juga dapat menambahkan sedikit wasabi atau sambal untuk memberikan sentuhan pedas.

 

Natto adalah contoh sempurna dari keunikan kuliner Jepang yang mengedepankan makanan fermentasi. Meskipun tidak semua orang menyukai rasanya, natto menawarkan manfaat kesehatan yang luar biasa dan merupakan bagian penting dari diet sehat. Jika Anda mencari pengalaman kuliner yang berbeda, cobalah natto dan nikmati keajaiban gizi yang tersembunyi di dalamnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Di Balik Tren Matcha Jepang Meledak di Pasar Global, Produk Tiruan dari China Banyak Bermunculan

6 January 2026 - 14:30 WIB

Nikuman dan Anman: Roti Kukus Favorit Saat Dingin Mulai Datang

22 December 2025 - 16:10 WIB

Hitsumabushi Asli Nagoya: Cara Makan Unagi Bertahap yang Unik dan Penuh Filosofi

18 December 2025 - 17:30 WIB

Karasumi: Telur Ikan yang Diasinkan dan Dijemur Jadi Delikates Tradisional Jepang

17 December 2025 - 09:41 WIB

Yatai: Kultur Street Food Kaki Lima Musiman yang Hangat di Jepang

19 November 2025 - 20:00 WIB

Trending on Culture