Kalau kamu belajar bahasa Jepang, mungkin sudah kenal dengan kalimat “わからない (wakaranai)” yang artinya “Saya tidak tahu” atau “Saya tidak mengerti.” Tapi tahukah kamu, orang Jepang jarang memakai kata ini secara langsung—apalagi di situasi sopan atau profesional?
Alasannya? Karena “わからない” terdengar terlalu blak-blakan. Budaya Jepang sangat mengutamakan kesan tidak konfrontatif dan menjaga perasaan lawan bicara. Maka muncullah banyak cara halus atau sopan untuk bilang “saya tidak tahu.”
Yuk kita bahas!
🔸1. ちょっと分からないです
Chotto wakaranai desu
(Saya agak kurang paham…)
Ini bentuk yang lebih lembut dari “wakaranai”. Kata “ちょっと” di awal membuat kalimat terdengar tidak terlalu tegas atau menolak. Cocok dipakai di situasi kasual maupun sopan, misalnya saat bicara dengan orang baru, guru, atau atasan dalam suasana santai.
🔸 2. なんとも言えません
Nantomo iemasen
(Saya tidak bisa bilang apa-apa)
Digunakan saat kamu tidak yakin, atau belum punya pendapat. Nada netral dan tidak kasar.
🔸 3. よく分かりません
Yoku wakarimasen
(Saya tidak begitu paham)
Lebih sopan daripada “wakaranai”. Memberi kesan kamu berusaha paham, tapi belum sepenuhnya mengerti.
🔸 4. 覚えていません
Oboete imasen
(Saya tidak ingat)
Digunakan saat kamu benar-benar lupa sesuatu. Halus dan jujur, sering dipakai dalam wawancara atau kerja.
🔸 5. 今のところ分かりません
Ima no tokoro wakarimasen
(Saat ini saya belum tahu)
Memberi kesan bahwa kamu bisa mencari tahu nanti. Sangat sopan dan diplomatis.
🔸 6. 何とも言えないですね
Nantomo ienai desu ne
(Saya tidak bisa komentar, ya…)
Lebih santai, cocok di percakapan sehari-hari saat topiknya agak sensitif.
🔸 7. それはちょっと…
Sore wa chotto…
(Yang itu sih agak…)
Kalimat yang menggantung tapi bermakna jelas. Dalam konteks tertentu bisa digunakan untuk menghindar dari menjawab pertanyaan yang kamu tidak tahu.
🔸 8. まだ調べていません
Mada shirabete imasen
(Saya belum menelusuri/mengeceknya)
Cocok dipakai kalau kamu belum sempat mencari tahu. Memberi kesan aktif, bukan pasif.
🔸 9. 考えたことがありません
Kangaeta koto ga arimasen
(Saya belum pernah memikirkannya)
Frasa ini digunakan jika kamu belum punya opini atau tidak yakin. Lebih sopan daripada bilang “nggak tahu”.
🔸 10. 分かるように努力します
Wakaru you ni doryoku shimasu
(Saya akan berusaha memahaminya)
Bukan hanya “tidak tahu”, tapi juga menunjukkan niat baik untuk belajar atau mencari tahu. Sangat dihargai dalam budaya kerja Jepang.
Mengatakan “tidak tahu” dalam bahasa Jepang butuh lebih dari sekadar kosa kata—yang penting adalah nuansa dan empati. Semakin sopan dan halus kamu menyampaikannya, semakin baik kesan yang kamu tinggalkan.










