Menu

Dark Mode
Tiga Bank Raksasa Jepang Bakal Dapat Akses AI Canggih “Claude Mythos” dari AS Kaisar Naruhito Kunjungi Belanda dan Belgia Juni Ini Game Baru Patlabor Akan Rilis Musim Panas Ini untuk PS5 dan PC Gara-Gara Krisis Minyak Timur Tengah, Perusahaan Cemilan Jepang Mulai Cetak Kemasan Hitam Putih Manga Romance “L♡DK Pink” Resmi Hadir dalam Bahasa Inggris di K MANGA Timnas Indonesia U-17 Tumbang dari Jepang, Gagal Lolos ke Piala Dunia U-17 2027

TRAVEL

Akihabara Kehilangan Salah Satu Pusat Game Legendaris: GiGO Akan Tutup Akhir Agustus

badge-check


					Akihabara Kehilangan Salah Satu Pusat Game Legendaris: GiGO Akan Tutup Akhir Agustus Perbesar

Tokyo akan kehilangan salah satu situs bersejarah bagi para otaku game.

Beberapa tahun terakhir menjadi masa sulit bagi industri arcade di Jepang. Bahkan kawasan Akihabara, yang dikenal sebagai pusat otaku, tidak luput dari dampaknya. Baru-baru ini diumumkan bahwa salah satu “game center” tertua di Akihabara akan segera tutup.

Pada awal 1990-an, Sega sedang berada di puncak kejayaannya sebagai pengembang perangkat lunak dan perangkat keras video game, memproduksi konsol rumahan, sistem genggam, dan mesin arcade. Pada tahun 1992, Sega membuka High-tech Land Sega Shintoku di sudut jalan Chuo-dori, jalan utama Akihabara. Seluruh gedung bertingkat itu merupakan arcade besar, yang kemudian berganti nama menjadi Club Sega Akihabara dan kemudian Sega Akihabara Building 1.

Namun, keberuntungan Sega mulai menurun. Perusahaan memutuskan untuk fokus pada produksi dan penerbitan perangkat lunak, meninggalkan bisnis perangkat keras rumah pada 2001, dan akhirnya melepas bisnis pengelolaan arcade pada akhir 2021. Meski begitu, tidak semua arcade ditutup karena pemilik baru, Genda, tetap mengoperasikan banyak arcade tersebut dengan merek GiGO, termasuk bekas Sega Akihabara Building 1 yang kini bernama GiGO Akihabara Building 1, yang menjadi arcade terbesar yang beroperasi penuh milik Sega saat penjualan.

Namun kini masa akhir bagi GiGO Akihabara Building 1 semakin dekat. Pada Selasa lalu, Genda mengumumkan bahwa arcade bersejarah ini akan tutup permanen pada akhir musim panas.

Dalam rilis persnya, Genda menyebut alasan penutupan adalah masa sewa gedung yang berakhir. Tidak ada keterangan apakah negosiasi perpanjangan sewa sempat dilakukan, namun setelah GiGO keluar, perusahaan Matahari Entertainment akan masuk untuk membuka “fasilitas hiburan.” Matahari juga bergerak di bisnis arcade, tapi jaringan mereka, Silk Hat, baru-baru ini menutup salah satu arcade terkenalnya. Dengan mempertimbangkan hal ini, kemungkinan Matahari akan membuka konsep baru seperti karaoke, darts bar, atau kafe internet melalui merek Baa@se, atau mungkin konsep baru yang khusus dikembangkan untuk lokasi Akihabara.

Apapun yang akan datang setelahnya, hari terakhir GiGO Akihabara Building 1 adalah 31 Agustus.

Sc : PRTimes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jalur Alpen Tateyama Kembali Dibuka, Tembok Salju Setinggi 12 Meter Jadi Daya Tarik

17 April 2026 - 10:10 WIB

Jepang Luncurkan Kereta Khusus Turis Asing Bisa Nikmati View Gunung Fuji Sepanjang Perjalanan

19 March 2026 - 13:19 WIB

Kesalahan Umum Saat Ganti Jalur Kereta di Jepang

12 March 2026 - 17:30 WIB

Kyoto Naikkan Pajak Penginapan hingga 10.000 Yen, Himeji Castle Juga Naikkan Harga Tiket untuk Turis Nonresiden

3 March 2026 - 10:10 WIB

Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis

19 February 2026 - 19:10 WIB

Trending on TRAVEL