Lonjakan wisatawan mancanegara ke Jepang mendorong pertumbuhan pesat apartment hotel—akomodasi bergaya kondominium yang dilengkapi dapur dan fasilitas laundry, cocok untuk tamu jangka panjang.
Pada 2025, jumlah wisatawan tahunan ke Jepang untuk pertama kalinya menembus 40 juta orang. Banyak dari mereka memilih tinggal lebih lama, membuat hotel mewah dan fasilitas akomodasi jangka panjang kini kekurangan kamar, terutama untuk keluarga asing dan turis rombongan.
Salah satu pemain terbesar di sektor ini adalah Cosmos Hotel Management, anak usaha dari Daiwa House Industry. Sejak masuk bisnis ini pada 2018, perusahaan tersebut telah mengoperasikan 1.434 kamar di 27 apartment hotel di Tokyo, Kyoto, dan Osaka.
Salah satu propertinya, Mimaru Osaka Namba Station di kawasan Nipponbashi, Osaka, memiliki 91 kamar dengan luas minimum sekitar 40 meter persegi. Setiap unit dilengkapi dapur kecil dan meja makan besar. Hotel juga menyediakan mesin cuci bersama, serta penyewaan rice cooker dan toaster.
Kamar dapat menampung empat hingga delapan orang, memungkinkan keluarga atau rombongan tetap bersama hingga waktu tidur.
Menurut Direktur Cosmos Hotel, Keitaro Kumano, sekitar 90 persen tamu adalah wisatawan asing, dan 80 persen di antaranya datang bersama anak-anak. Durasi menginap pun lebih panjang dibanding hotel biasa: 40 persen tamu tinggal tiga hingga empat malam, 22 persen lima hingga enam hari, dan 21 persen tujuh hari atau lebih.
Tarif rata-rata kamar mencapai sekitar 50.000 yen (sekitar US$320) per malam sebelum pajak, atau lebih dari 10.000 yen per orang.
Perusahaan menargetkan ekspansi hingga 50 fasilitas dengan total 3.000 kamar pada 2030, termasuk rencana pembukaan di Sapporo dan Fukuoka.
Hoshino Resorts Ikut Masuk Pasar
Operator besar lainnya, Hoshino Resorts, juga merambah pasar ini dengan membuka apartment hotel pertamanya, OMO5 Yokohama Bashamichi, pada 15 Januari di Yokohama.
Hotel ini menempati lantai 46 hingga 51 gedung pencakar langit dan menyediakan 175 kamar. Setiap unit dilengkapi dapur dan mesin cuci, dirancang agar tamu merasa seperti tinggal di apartemen mewah bertingkat tinggi (“tower mansion”). Pemandangan malam kota pelabuhan menjadi daya tarik tambahan.
Manajer Umum Toru Tanzawa mengatakan pihaknya berharap hotel ini juga digunakan untuk perayaan momen spesial keluarga.
Persaingan & Tantangan
Perusahaan lain seperti Nippon Steel Kowa Real Estate juga mengembangkan merek &Here, dengan rencana memperluas kapasitas menjadi hampir 1.300 kamar pada 2030.
Meski tingkat hunian tinggi berkat arus turis asing yang stabil, tantangan tetap ada: lahan hotel semakin sulit diperoleh dan biaya konstruksi terus meningkat. Perusahaan mengakui kenaikan biaya tersebut akan diteruskan ke tarif kamar.
Selain itu, operator juga harus bersiap menghadapi risiko tak terduga seperti pandemi atau bencana alam yang bisa menekan jumlah wisatawan.
Ke depan, sejumlah perusahaan mulai mempertimbangkan strategi untuk menarik pelanggan domestik, termasuk paket menginap jangka menengah bagi keluarga peserta ujian masuk universitas di Tokyo.
Dengan tren wisata jangka panjang yang terus tumbuh, apartment hotel diprediksi akan menjadi salah satu segmen paling kompetitif dalam industri perhotelan Jepang.
Sc : asahi








