Menu ✖

Dark Mode
Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028 Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah

News

Bank of Japan Tahan Suku Bunga, Fokus pada Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Politik dan Pemilu AS

badge-check


					Bank of Japan Tahan Suku Bunga, Fokus pada Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Politik dan Pemilu AS Perbesar

Bank of Japan (BOJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level sekitar 0,25 persen, sesuai ekspektasi, dalam pertemuan dua hari yang berakhir Kamis. Kebijakan ini hadir di tengah ketidakpastian politik Jepang setelah partai berkuasa kehilangan mayoritas dalam pemilihan umum baru-baru ini dan menjelang pemilihan presiden AS yang akan digelar pekan depan.

Dalam laporannya, BOJ menyatakan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan ekonomi global, khususnya ekonomi AS, serta pergerakan di pasar keuangan dan modal. BOJ juga mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika ekonomi dan harga sesuai harapan mereka.

Untuk inflasi, BOJ memperkirakan tingkat inflasi inti (tidak termasuk makanan segar) akan mencapai 2,5 persen untuk tahun fiskal yang berakhir Maret mendatang, sesuai proyeksi sebelumnya. Namun, proyeksi inflasi tahun fiskal 2025 turun menjadi 1,9 persen dari 2,1 persen, di bawah target stabilitas harga BOJ sebesar 2 persen, dipengaruhi oleh penurunan biaya sumber daya alam.

Keputusan BOJ juga dipengaruhi oleh kekalahan politik yang dialami Perdana Menteri Shigeru Ishiba dan Partai Demokrat Liberal bersama sekutunya, Komeito. Situasi politik yang kompleks ini diyakini dapat membuat Ishiba enggan mendukung perubahan signifikan dalam kebijakan BOJ yang sebelumnya mengedepankan pelonggaran moneter agresif.

BOJ juga menunggu hasil pemilihan presiden AS pada 5 November. Apapun hasilnya, pemerintahan baru AS diperkirakan akan meningkatkan belanja publik, yang bisa menaikkan inflasi di sana dan memperlambat laju pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve. Jika ini terjadi, yen Jepang berpotensi melemah terhadap dolar AS, menambah tekanan biaya impor yang sudah membebani rumah tangga Jepang.

Para analis memperkirakan kenaikan suku bunga selanjutnya dapat terjadi pada Desember atau Januari.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028

8 October 2026 - 07:14 WIB

Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah

6 October 2026 - 16:10 WIB

Trending on News