Liburan ke Jepang? Pastikan juga urusan obat-obatanmu diurus dengan benar supaya tidak bermasalah di imigrasi atau bea cukai. Jepang memiliki aturan ketat terkait obat yang boleh dibawa masuk — baik obat resep maupun yang dijual bebas. Berikut panduan lengkapnya agar perjalananmu tetap aman dan tenang.
✅ Apa yang Diperbolehkan
Berdasarkan aturan Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW) Jepang dan situs resmi Japan National Tourism Organization (JNTO), berikut kondisi obat yang biasanya boleh dibawa masuk Jepang tanpa izin khusus, asalkan untuk keperluan pribadi:
-
Obat resep untuk penggunaan pribadi, hingga sekitar 1 bulan pasokan. Ministry of Health, Labour and Welfare+3JapanTravel+3kansaigaidai.ac.jp+3
-
Obat bebas-resep (over-the-counter) yang diperbolehkan, hingga pasokan sekitar 2 bulan. JapanTravel+2Customs Japan+2
-
Produk luar (obat topikal, krim, semacamnya) hingga 24 unit per item untuk masing-masing produk (contoh: krim, salep) jika termasuk dalam kategori “obat luar/penggunaan luar”. Customs Japan
-
Obat dan peralatan medis rumah tangga yang sesuai kategori personal use. Customs Japan+1
🚫 Obat yang Harus Diperhatikan atau Dilarang
Ada beberapa kategori obat yang tidak boleh dibawa atau hanya boleh dengan izin khusus:
-
Obat yang mengandung narkotika, stimulan, atau bahan psikotropika (misalnya beberapa obat untuk ADHD, obat penenang tertentu) — jika membawa jenis ini, harus mendapatkan izin khusus dari otoritas Jepang sebelum keberangkatan. ncd.mhlw.go.jp+1
-
Obat bebas-resep yang mengandung stimulan atau bahan tertentu yang dilarang — meski legal di Indonesia, bisa jadi dilarang di Jepang. Contohnya: penghilang rasa sakit atau flu yang mengandung pseudoephedrine. associatedkyotoprogram.org+1
📝 Langkah yang Disarankan Sebelum Berangkat
Untuk memastikan tidak ada masalah saat masuk Jepang, lakukan hal-hal berikut:
-
Bawa obat di kemasan asli dengan label jelas; jangan pindah ke botol lain.
-
Bawa resep dokter atau surat keterangan dokter yang menjelaskan diagnosis, nama obat, dosis, dan tujuan penggunaan—terutama jika obat tersebut penting untuk penyakit kronis. associatedkyotoprogram.org+1
-
Periksa apakah obatmu termasuk dalam daftar kontrol atau stimulan; jika iya, segera hubungi otoritas Jepang (Regional Bureau of Health and Welfare) untuk prosedur izin. Embassy of Japan in the United States+1
-
Saat memasuki Jepang, bawa obatmu di tas kabin atau tas jinjing, agar bisa menunjukkan saat pemeriksaan jika diperlukan.
-
Jika membawa obat jangka panjang atau persediaan besar (lebih dari 1 bulan untuk resep atau 2 bulan untuk obat bebas), periksa apakah perlu mengajukan Yunyu Kakunin-sho (Import Confirmation Certificate) sebelum berangkat. jetprogramusa.org+1
🔍 Catatan Penting
-
Peraturan dapat berubah, jadi cek situs resmi MHLW (https://www.mhlw.go.jp) atau situs JNTO sebelum keberangkatan. Japan Travel+1
-
Memiliki resep atau surat dokter tidak menjamin bahwa obat tersebut diperbolehkan jika mengandung zat yang dikontrol ketat di Jepang.
-
Jika obatmu dilarang atau tidak sesuai aturan, pembawaannya bisa mengakibatkan pemeriksaan, penahanan, atau bahkan deportasi. kansaigaidai.ac.jp
Membawa obat dari Indonesia ke Jepang memang bisa, tetapi perlu kehati-hatian dan kesiapan. Dengan memahami jenis obat yang diperbolehkan, membawa dokumen yang tepat, dan mematuhi aturan kuantitas, kamu bisa lebih tenang saat liburan. Ingat: aturan bea cukai Jepang sangat ketat — langkah kecil persiapan bisa menghindarkan kamu dari masalah besar.
Selamat merencanakan perjalanan dan semoga liburanmu ke Jepang lancar dan menyenangkan! 🇯🇵









