Menu

Dark Mode
Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun Game Attack on Titan 3 Resmi Rilis 10 Desember 2026, Hadirkan Pertarungan Melawan Semua Nine Titans Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam

Teknologi

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

badge-check


					Oita University Graduate School student Miyu Fujisawa shows off the Perbesar

Oita University Graduate School student Miyu Fujisawa shows off the "inconvenient robot" SPRO in the city of Oita, March 4, 2026. (Mainichi/Taiki Yamaguchi)

Seorang mahasiswa pascasarjana di Jepang mengembangkan robot unik yang disebut sebagai “robot yang tidak praktis” atau inconvenient robot. Robot ini dirancang bersifat agak egois dan bahkan tidak bisa diisi daya di rumah, dengan tujuan mendorong para lansia agar lebih sering keluar rumah.

Robot komunikasi yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) tersebut dapat berbicara dengan penggunanya. Misalnya, robot itu akan berkata, “Aku suka berjalan-jalan,” atau “Bagaimana kalau kita jalan-jalan bersama?”

Ide pengembangan robot ini berawal dari penyesalan sang pembuat karena tidak sempat menghabiskan lebih banyak waktu bersama neneknya di masa-masa terakhir hidupnya.

Pengembang robot tersebut adalah Miyu Fujisawa (22), mahasiswa doktoral tahun pertama di Graduate School of Science and Technology, Oita University. Robot yang ia ciptakan diberi nama SPRO, singkatan dari Selfish Pretty Robot.

Desain robot ini terinspirasi dari burung liar berekor panjang yang banyak ditemukan di Hokkaido dan dikenal sebagai “peri salju.” Ukurannya kecil, seukuran telapak tangan dengan berat sekitar 200 gram sehingga mudah dibawa ke mana-mana. Robot ini dilengkapi AI yang dapat mengenali emosi dari suara manusia, sementara ekspresi wajah dan cara bicaranya akan berubah tergantung isi percakapan dan tingkat baterainya. SPRO juga dapat digunakan tanpa koneksi internet.

Fitur paling unik dari robot ini adalah baterainya tidak dapat diisi ulang di rumah. Sebagai gantinya, pengisi daya nirkabel khusus akan dipasang di tempat-tempat seperti supermarket atau pusat komunitas. Dengan cara ini, pengguna—terutama lansia—diharapkan terdorong untuk keluar rumah saat ingin mengisi daya robotnya.

Konsep desain tersebut berakar dari pengalaman pribadi Fujisawa dengan neneknya yang meninggal saat ia duduk di kelas dua SMP. Saat kecil, Fujisawa hampir setiap hari mengunjungi rumah neneknya yang berada di dekat rumahnya. Namun ketika ia mulai sibuk dengan kegiatan klub di sekolah, kunjungan tersebut menjadi semakin jarang. Ia kemudian mengetahui bahwa di tahun-tahun terakhir hidupnya, neneknya jarang keluar rumah sehingga kondisi fisiknya menurun. “Saya berharap dulu lebih sering keluar bersama nenek,” ujarnya.

Fujisawa yang sejak kecil gemar membuat berbagai benda mulai mengembangkan robot ini saat masuk universitas dan berhasil menyelesaikan prototipe pertamanya pada tahun keempat kuliah. Saat ini ia ingin mengembangkan unit kedua dengan fitur keamanan dan fungsi yang lebih baik untuk menguji apakah robot tersebut benar-benar dapat mendorong lansia lebih aktif keluar rumah.

Untuk mewujudkan proyek tersebut, ia menjalankan kampanye crowdfunding dengan target 1 juta yen di platform Readyfor.

“Saya akan senang jika semakin sedikit orang yang merasakan penyesalan seperti yang saya alami. Saya berharap robot ini bisa dianggap sebagai teman untuk pergi keluar, seperti seorang cucu,” kata Fujisawa.

Sc : mainchi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi