Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

News

BOJ Bersiap Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 30 Tahun di Tengah Inflasi Berkepanjangan

badge-check


					BOJ Bersiap Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 30 Tahun di Tengah Inflasi Berkepanjangan Perbesar

Bank of Japan (BOJ) bersiap menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,75% dari posisi saat ini 0,50% pada pertemuan dewan dua hari yang berlangsung hingga Jumat depan, menurut sumber yang memahami situasi internal BOJ. Langkah ini diambil di tengah tekanan inflasi yang terus berlanjut akibat kenaikan biaya produksi.

Jika keputusan ini disahkan, suku bunga Jepang akan berada di level tertinggi sejak September 1995, sekaligus menjadi kenaikan pertama sejak Januari. Hal ini menandakan perubahan sikap BOJ dari kebijakan “mengakhiri deflasi” menuju fokus baru untuk menanggulangi inflasi.

BOJ diperkirakan akan membuat keputusan final setelah mengonfirmasi bahwa dampak tarif tinggi yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump masih terbatas. Informasi penting juga akan datang dari survei sentimen bisnis kuartalan Tankan yang dirilis pada Senin mendatang.

Menurut sumber tersebut, BOJ menilai perusahaan-perusahaan Jepang kini lebih bersedia menaikkan gaji karyawan. Jika kenaikan upah mampu melampaui inflasi, dampak negatif dari harga-harga yang terus naik dapat berkurang.

Pergerakan ini terjadi di saat yen masih melemah, yang mendorong naiknya biaya impor dan mempercepat inflasi domestik. Sementara itu, janji Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk meningkatkan belanja publik demi memperkuat ekonomi telah turut mendorong naik suku bunga jangka panjang.

Keputusan suku bunga ditetapkan melalui pemungutan suara sembilan anggota dewan BOJ. Dalam pertemuan Oktober lalu, dua anggota sudah mengusulkan kenaikan suku bunga ke 0,75%, dan kini lebih banyak anggota diyakini melihat risiko inflasi yang meningkat, sehingga dukungan mayoritas disebut makin mungkin.

Pemerintah di bawah Takaichi, yang dikenal berpandangan longgar dalam kebijakan fiskal, juga mulai menunjukkan kesiapan menerima kenaikan suku bunga, terutama karena pelemahan yen telah memperburuk harga kebutuhan pokok seperti makanan dan energi.

Kenaikan suku bunga berpotensi mempersempit selisih suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat. Hal ini dapat memperkuat yen dan menekan harga impor yang selama ini mendorong tekanan biaya bagi rumah tangga.

Awal bulan ini, Gubernur BOJ Kazuo Ueda menyatakan bahwa bank sentral akan memutuskan di pertemuan Desember apakah suku bunga perlu dinaikkan. Menteri Keuangan Satsuki Katayama juga mengatakan pekan lalu bahwa komunikasi dengan Ueda berjalan sangat baik, meski keputusan operasional tetap sepenuhnya berada di tangan BOJ.

Kenaikan suku bunga semakin mungkin terjadi karena imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun kini bergerak tepat di bawah 2%, level tertinggi dalam lebih dari 17 tahun, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kondisi fiskal Jepang.

Kesehatan fiskal Jepang diketahui paling buruk di antara negara-negara G7. Namun Takaichi—yang baru menjabat sejak Oktober—telah menyatakan kesiapan menerbitkan lebih banyak obligasi untuk menutupi defisit demi mendorong permintaan domestik.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026

16 July 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

15 July 2026 - 17:10 WIB

Trending on News