Menu

Dark Mode
Netflix Rilis Trailer Musim Kedua Live-Action One Piece, Tayang 10 Maret Pengisi Suara Nao Tōyama Umumkan Hiatus, Gelar Konser Terakhir 10 Tahun Karier di Nippon Budokan Kosakata Jepang untuk Transit & Perpindahan Jalur Kereta Pria Tertua di Jepang, Kiyotaka Mizuno, Wafat di Usia 111 Tahun Bolehkah Menolak Tukar Kursi di Shinkansen? Ini Sikap Resmi JR Jepang Menang Telak di Pemilu, PM Jepang Sanae Takaichi Balas Ucapan Selamat dari Donald Trump dan Pemimpin Dunia

News

Bolehkah Menolak Tukar Kursi di Shinkansen? Ini Sikap Resmi JR Jepang

badge-check


					Bolehkah Menolak Tukar Kursi di Shinkansen? Ini Sikap Resmi JR Jepang Perbesar

Budaya Jepang dikenal sangat menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan mempertimbangkan kenyamanan orang lain, bahkan jika itu berarti harus sedikit merepotkan diri sendiri. Prinsip ini sangat terasa di ruang publik seperti transportasi umum. Namun, di balik budaya sopan tersebut, muncul perdebatan yang cukup sering terjadi terkait kursi reservasi di shinkansen, kereta cepat Jepang.

Di shinkansen, sejumlah gerbong memiliki kursi reservasi layaknya pesawat. Masalah muncul ketika penumpang yang bepergian bersama—seperti pasangan, orang tua dengan anak, atau rombongan yang membawa lansia—tidak mendapatkan kursi yang bersebelahan atau sesuai keinginan. Tak jarang mereka kemudian meminta penumpang lain untuk bertukar kursi, misalnya demi duduk berdampingan atau mendapatkan kursi dekat jendela atau lorong. Pertanyaannya, apakah penumpang yang diminta wajib mengabulkan permintaan tersebut?

Di masyarakat Jepang sendiri terdapat dua pandangan berbeda. Di satu sisi, banyak yang berpendapat bahwa kursi reservasi adalah hak penumpang karena telah dibayar lebih mahal, sehingga tidak ada kewajiban untuk menyerahkannya kepada orang lain. Namun di sisi lain, ada argumen bahwa berbeda dengan pesawat, semua kursi dalam satu gerbong shinkansen memiliki harga yang sama. Artinya, jika sama-sama kursi reservasi, bertukar tempat tidak menyebabkan kerugian ekonomi bagi siapa pun.

Menanggapi perdebatan ini, JR Central, operator Tokaido Shinkansen yang menghubungkan Tokyo, Kyoto, dan Osaka, memberikan penjelasan resmi. Berdasarkan peraturan bisnis penumpang yang berlaku di seluruh perusahaan JR Group, kursi reservasi hanya boleh digunakan oleh pemilik tiket yang tertera, dan tidak dapat dialihkan ke penumpang lain.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Tidak seperti pesawat yang penumpangnya naik dan turun di bandara yang sama, shinkansen berhenti di banyak stasiun sepanjang rute. Satu kursi yang sama bisa dipesan oleh penumpang berbeda untuk segmen perjalanan yang berbeda. Misalnya, kursi yang dipesan dari Tokyo ke Nagoya bisa saja sudah dipesan kembali oleh penumpang lain dari Nagoya ke Kyoto. Jika kursi tersebut ditukar tanpa koordinasi, penumpang berikutnya berpotensi mendapati kursinya telah diduduki orang lain, yang dapat memicu kebingungan hingga konflik di dalam kereta.

JR Central juga menegaskan bahwa menukar kursi reservasi dengan kursi non-reservasi tidak diperbolehkan, karena harga tiketnya berbeda. Selain itu, petugas kereta yang memeriksa tiket akan kesulitan memastikan apakah penumpang di kursi reservasi benar-benar memiliki hak duduk di sana, apalagi gerbong kursi reservasi dan non-reservasi terpisah.

Meski demikian, JR mengakui bahwa jika dua penumpang sama-sama memiliki tiket reservasi dan melakukan perjalanan di segmen rute yang sama, pertukaran kursi kemungkinan tidak akan menjadi masalah secara praktik. Namun, yang terpenting, penumpang tidak memiliki kewajiban untuk menyetujui permintaan tersebut.

JR Central menegaskan bahwa penumpang berhak menolak dengan sopan, misalnya dengan mengatakan, “Sumimasen, sore wa dekimasen” atau “Maaf, saya tidak bisa.” Jika ada pihak yang memaksa atau membuat penumpang merasa tidak nyaman, JR menyarankan untuk segera melapor kepada petugas agar masalah dapat ditangani dan perjalanan tetap berlangsung dengan nyaman.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pria Tertua di Jepang, Kiyotaka Mizuno, Wafat di Usia 111 Tahun

11 February 2026 - 15:10 WIB

Menang Telak di Pemilu, PM Jepang Sanae Takaichi Balas Ucapan Selamat dari Donald Trump dan Pemimpin Dunia

11 February 2026 - 13:10 WIB

Ribuan Kupon Beras di Kota Beppu Jepang Hilang, Diduga Tak Sengaja Terbuang

11 February 2026 - 12:10 WIB

Utang Jepang Tembus Rekor 1.342 Triliun Yen, Janji Belanja Besar Perdana Menteri Takaichi Jadi Sorotan

11 February 2026 - 10:10 WIB

Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China

10 February 2026 - 19:10 WIB

Trending on News