Menu

Dark Mode
Film Mononoke Chapter 3 Rilis Trailer Baru, Kali Ini Lawan Dewa Ular Raksasa Bandara Noto di Prefektur Ishikawa Jepang Bakal Pakai Nama Pokémon Kapal Tanker Jepang Berhasil Lewati Selat Hormuz Tanpa Bayar “Toll” ke Iran Sekolah Elite di Jepang Sampai Kekurangan Murid, Nilai Bagus Saja Kini Tak Lagi Cukup Jepang Kebanjiran Pesanan “Robot Serigala” Pengusir Beruang Setelah Serangan Beruang Makin Parah Live-Action BLUE LOCK Tambah Deretan Pemain Baru, Visual 20 Karakter Resmi Dirilis

Teknologi

Canggih! Supermarket Jepang Menggunakan AI untuk Menilai Senyuman Karyawan

badge-check


					Canggih! Supermarket Jepang Menggunakan AI untuk Menilai Senyuman Karyawan Perbesar

Dalam beberapa tahun terakhir, tren AI telah mendominasi platform media sosial dan menjadi fenomena viral terbaru. Dari lulus ujian medis dan hukum hingga memberikan pidato, kecerdasan buatan telah berkembang sedemikian rupa sehingga kini dapat berinteraksi dengan pengguna dan menawarkan solusi untuk masalah mereka. Kini, dalam sebuah langkah yang belum pernah ada sebelumnya, sebuah jaringan supermarket Jepang telah mengadopsi sistem AI untuk menilai dan menstandarkan senyuman karyawannya, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP).

Sistem AI yang disebut “Mr Smile” ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi Jepang, InstaVR, dan diklaim mampu secara akurat menilai sikap pelayanan seorang asisten toko. Jaringan supermarket AEON mengumumkan bulan ini bahwa mereka telah menjadi perusahaan pertama di dunia yang mempromosikan sistem AI pengukur senyuman ini, yang digunakan di 240 tokonya di seluruh negara.

Menurut SCMP, perusahaan tersebut menyatakan bahwa dengan teknologi AI terbaru ini, mereka bertujuan untuk “menstandarkan senyuman anggota staf dan memuaskan pelanggan semaksimal mungkin.”

Sistem ini mengandalkan lebih dari 450 elemen, termasuk ekspresi wajah, volume suara, dan nada sapaan. Selain itu, sistem ini dirancang dengan elemen “permainan” yang mengundang staf untuk meningkatkan sikap mereka dengan menantang skor yang diperoleh.

AEON pertama kali menjalankan percobaan sistem ini di delapan toko dengan sekitar 3.400 karyawan. Hasilnya menunjukkan bahwa sikap pelayanan meningkat hingga 1,6 kali lipat selama periode tiga bulan.

Namun, kebijakan ini telah memicu perdebatan tentang pelecehan di tempat kerja, terutama dari pelanggan. “Ketika pekerja di industri jasa dipaksa untuk tersenyum sesuai dengan ‘standar’, itu terlihat bagi saya seperti bentuk lain dari pelecehan pelanggan,” tulis seorang pengguna media sosial, menurut SCMP.

“Senyum seharusnya menjadi hal yang indah dan tulus, dan tidak diperlakukan seperti produk,” kata yang lainnya. “Setiap orang berbeda, dan mereka juga mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang berbeda. Menggunakan mesin untuk ‘menstandarkan’ sikap orang terdengar dingin dan konyol,” tambah pengguna ketiga.

Sc : NDTV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Kebanjiran Pesanan “Robot Serigala” Pengusir Beruang Setelah Serangan Beruang Makin Parah

15 May 2026 - 10:10 WIB

Universitas di Tokyo Buka Laboratorium Tanpa Peneliti Manusia, Semua Eksperimen Dilakukan Robot

11 May 2026 - 10:10 WIB

Lexus Luncurkan SUV Listrik 3 Baris Pertama, Siap Rilis di Jepang Musim Dingin

8 May 2026 - 10:10 WIB

Robot Haro dari Anime Mobile Suit Gundam Akan Dikirim ke Luar Angkasa oleh Startup Jepang

7 May 2026 - 10:10 WIB

Denso Kembangkan Teknologi Cas Mobil Listrik Saat Jalan, Target 2029

5 May 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi