Menu

Dark Mode
Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI Arc Baru Re Season 4 Mulai Tayang 12 Agustus Masuk Toko Pokémon Card Store di Jepang Kini Wajib Scan Wajah Demi Basmi Penimbun Kartu Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik? Film Chiikawa Resmi Tayang di Indonesia Mulai 28 Agustus Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang

Teknologi

Canggih! Supermarket Jepang Menggunakan AI untuk Menilai Senyuman Karyawan

badge-check


					Canggih! Supermarket Jepang Menggunakan AI untuk Menilai Senyuman Karyawan Perbesar

Dalam beberapa tahun terakhir, tren AI telah mendominasi platform media sosial dan menjadi fenomena viral terbaru. Dari lulus ujian medis dan hukum hingga memberikan pidato, kecerdasan buatan telah berkembang sedemikian rupa sehingga kini dapat berinteraksi dengan pengguna dan menawarkan solusi untuk masalah mereka. Kini, dalam sebuah langkah yang belum pernah ada sebelumnya, sebuah jaringan supermarket Jepang telah mengadopsi sistem AI untuk menilai dan menstandarkan senyuman karyawannya, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP).

Sistem AI yang disebut “Mr Smile” ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi Jepang, InstaVR, dan diklaim mampu secara akurat menilai sikap pelayanan seorang asisten toko. Jaringan supermarket AEON mengumumkan bulan ini bahwa mereka telah menjadi perusahaan pertama di dunia yang mempromosikan sistem AI pengukur senyuman ini, yang digunakan di 240 tokonya di seluruh negara.

Menurut SCMP, perusahaan tersebut menyatakan bahwa dengan teknologi AI terbaru ini, mereka bertujuan untuk “menstandarkan senyuman anggota staf dan memuaskan pelanggan semaksimal mungkin.”

Sistem ini mengandalkan lebih dari 450 elemen, termasuk ekspresi wajah, volume suara, dan nada sapaan. Selain itu, sistem ini dirancang dengan elemen “permainan” yang mengundang staf untuk meningkatkan sikap mereka dengan menantang skor yang diperoleh.

AEON pertama kali menjalankan percobaan sistem ini di delapan toko dengan sekitar 3.400 karyawan. Hasilnya menunjukkan bahwa sikap pelayanan meningkat hingga 1,6 kali lipat selama periode tiga bulan.

Namun, kebijakan ini telah memicu perdebatan tentang pelecehan di tempat kerja, terutama dari pelanggan. “Ketika pekerja di industri jasa dipaksa untuk tersenyum sesuai dengan ‘standar’, itu terlihat bagi saya seperti bentuk lain dari pelecehan pelanggan,” tulis seorang pengguna media sosial, menurut SCMP.

“Senyum seharusnya menjadi hal yang indah dan tulus, dan tidak diperlakukan seperti produk,” kata yang lainnya. “Setiap orang berbeda, dan mereka juga mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang berbeda. Menggunakan mesin untuk ‘menstandarkan’ sikap orang terdengar dingin dan konyol,” tambah pengguna ketiga.

Sc : NDTV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi