Dalam bahasa Jepang, ada beberapa cara untuk menyatakan kemungkinan atau ketidakpastian, tergantung pada konteks dan tingkat kepastian yang ingin disampaikan. Tiga kata yang paling umum digunakan adalah たぶん (tabun), おそらく (osoraku), dan かもしれない (kamoshirenai). Meskipun ketiganya bisa diterjemahkan sebagai “mungkin” dalam bahasa Indonesia, ada perbedaan halus dalam penggunaannya. Berikut penjelasan masing-masing:
1. たぶん (Tabun) – Kemungkinan yang Umum
Tabun adalah kata yang paling sering digunakan untuk menyatakan kemungkinan dalam percakapan sehari-hari. Kata ini menunjukkan tingkat kemungkinan yang cukup tinggi, biasanya lebih dari 50%.
Contoh:
- たぶん雨が降るだろう。(Tabun ame ga furu darou.)
- “Mungkin akan turun hujan.”
- たぶんかれは来ない。(Tabun kare wa konai.)
- “Mungkin dia tidak datang.”
Tabun sering digunakan bersama dengan kata kerja dalam bentuk darou (dugaan), deshou, atau bentuk negatif untuk menunjukkan ketidakpastian.
2. おそらく (Osoraku) – Kemungkinan yang Lebih Kuat dan Formal
Osoraku memiliki arti yang mirip dengan “tabun”, tetapi lebih formal dan menunjukkan kemungkinan yang lebih tinggi, sering kali di atas 70%.
Contoh:
- おそらく仕事は終わっているだろう。(Osoraku shigoto wa owatte iru darou.)
- “Kemungkinan besar pekerjaannya sudah selesai.”
- おそらく他は家にいる。(Osoraku kare wa ie ni iru.)
- “Kemungkinan besar dia ada di rumah.”
Osoraku lebih sering digunakan dalam tulisan atau situasi yang lebih serius dibandingkan dengan tabun.
3. かもしれない (Kamoshirenai) – Kemungkinan yang Rendah atau Ketidakpastian
Kamoshirenai berarti “mungkin” tetapi dengan tingkat kemungkinan yang lebih rendah atau ketidakpastian yang lebih besar, sering kali di bawah 50%. Kata ini digunakan ketika seseorang tidak yakin dengan pernyataannya.
Contoh:
- 他は来るかもしれない。(Kare wa kuru kamoshirenai.)
- “Mungkin dia akan datang (tapi saya tidak yakin).”
- あの店は閉まっているかもしれない。(Ano mise wa shimatte iru kamoshirenai.)
- “Mungkin toko itu tutup.”
Kamoshirenai sering digunakan dalam bentuk lebih sopan seperti kamoshiremasen, tergantung pada situasi dan kepada siapa berbicara.
Meskipun ketiga kata ini bisa diterjemahkan sebagai “mungkin”, penggunaannya dalam bahasa Jepang memiliki nuansa yang berbeda:
- Tabun: Kemungkinan tinggi, sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
- Osoraku: Kemungkinan lebih kuat dan formal, sering digunakan dalam tulisan atau situasi serius.
- Kamoshirenai: Kemungkinan lebih rendah dan menyatakan ketidakpastian.
Memahami perbedaan ini akan membantu dalam menyusun kalimat yang lebih alami dalam bahasa Jepang dan menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi sehari-hari.










