Menu

Dark Mode
Kagurabachi Resmi Jadi Anime, Tayang April 2027 + World Tour Global! Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global Pegawai Kebun Binatang Jepang Ditangkap, Istri Diduga Dibakar di Krematorium Kebun Binatang Surabaya Pinjamkan Komodo ke Jepang, Akan Tukar dengan Satwa Mamalia Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

News

Dua Warga Jepang Ditahan di Iran, Pemerintah Jepang Minta Pembebasan Segera

badge-check


					Dua Warga Jepang Ditahan di Iran, Pemerintah Jepang Minta Pembebasan Segera Perbesar

Pemerintah Jepang meminta pembebasan segera dua warga negaranya yang saat ini ditahan di Iran. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi pada Jumat.

Di tengah meningkatnya operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Motegi mengatakan dalam sidang parlemen Jepang bahwa pemerintah telah berhasil berkomunikasi dengan kedua warga tersebut dan memastikan bahwa mereka saat ini dalam kondisi aman.

Menurut sebuah organisasi nirlaba, salah satu dari dua warga Jepang itu adalah kepala biro Teheran dari stasiun penyiaran publik NHK, yang ditahan oleh otoritas setempat sejak 20 Januari. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara kemudian mengatakan dalam konferensi pers pada hari yang sama bahwa satu warga Jepang lainnya juga telah ditahan sejak Juni.

“Pemerintah dengan tegas meminta pembebasan mereka secepatnya dan akan memberikan dukungan semaksimal mungkin sambil terus berkomunikasi dengan mereka, keluarga mereka, serta pihak-pihak terkait,” kata Motegi.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Jepang telah memastikan keselamatan seluruh warga Jepang yang berada di Iran setelah Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan pada Sabtu pekan lalu.

Menurut Motegi, dari sekitar 200 warga Jepang yang tinggal di Iran, sekitar tiga perempat di antaranya merupakan penduduk tetap dan banyak yang tidak ingin meninggalkan negara tersebut.

Sementara itu, Kihara mengatakan Jepang akan mengirim pesawat milik Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) segera setelah persiapan selesai, sebagai langkah antisipasi untuk mengevakuasi warga Jepang yang berada di kawasan Timur Tengah.

Atas permintaan Kementerian Luar Negeri Jepang, Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi telah memerintahkan SDF untuk mengirim pesawat angkut ke Maladewa guna bersiaga di negara kepulauan di Samudra Hindia tersebut.

Kihara juga mengatakan bahwa evakuasi warga Jepang yang berada di Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab menggunakan penerbangan charter swasta diperkirakan akan dimulai paling cepat pada Sabtu. Pengiriman pesawat SDF dilakukan sebagai langkah pencegahan jika penerbangan tersebut tidak dapat digunakan atau terjadi perkembangan situasi yang tidak terduga.

Pada Jumat yang sama, Kementerian Luar Negeri Jepang juga mengumumkan bahwa sebuah penerbangan charter menuju Tokyo akan berangkat dari Oman pada tengah malam hari Minggu waktu setempat untuk mengevakuasi warga Jepang yang berada di Oman dan Uni Emirat Arab.

Secara terpisah, Menteri Transportasi Yasushi Kaneko mengatakan bahwa puing-puing yang diduga jatuh dari langit ditemukan mengenai sebuah kapal yang berafiliasi dengan Jepang dan sedang berlabuh di Teluk Oman. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan ringan seperti kaca jendela yang retak.

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut dan operasional kapal juga tidak terganggu. Kementerian transportasi menyatakan belum dapat memastikan apakah puing tersebut terkait dengan konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global

1 May 2026 - 12:10 WIB

Pegawai Kebun Binatang Jepang Ditangkap, Istri Diduga Dibakar di Krematorium

1 May 2026 - 10:10 WIB

Kebun Binatang Surabaya Pinjamkan Komodo ke Jepang, Akan Tukar dengan Satwa Mamalia

1 May 2026 - 06:34 WIB

Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan

29 April 2026 - 15:10 WIB

Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

29 April 2026 - 14:12 WIB

Trending on News