Menu ✖

Dark Mode
Turis Chile Ditangkap Usai Bobol Rumah dan Curi Jam Mewah, Mengira Hukuman di Jepang “Ringan” Bandai Namco Tunda Pembukaan Toko Gundam Base dan Cross Store di Minneapolis, Amerika Warga Kumamoto Diundang Melihat Rudal Jarak Jauh Type-25 Jepang Ratusan Orang Tarik Pesawat Boeing 787 di Bandara Narita Jepang Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

News

China Tambah Daftar Negara Bebas Visa, Termasuk Jepang, Mulai 30 November

badge-check


					FILE- Passengers walk out of the International arrival hall of the Beijing Capital International Airport in Beijing, March 14, 2023. (AP Photo/Ng Han Guan, File) Perbesar

FILE- Passengers walk out of the International arrival hall of the Beijing Capital International Airport in Beijing, March 14, 2023. (AP Photo/Ng Han Guan, File)

China mengumumkan pada Jumat bahwa sembilan negara baru akan mendapatkan akses bebas visa untuk masuk ke negara tersebut, dalam upaya mendorong pariwisata dan perjalanan bisnis demi memulihkan ekonomi yang lesu.

Mulai 30 November, wisatawan dari Bulgaria, Rumania, Malta, Kroasia, Montenegro, Makedonia Utara, Estonia, Latvia, dan Jepang dapat masuk ke China tanpa visa untuk masa tinggal hingga 30 hari, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lin Jian.

Dengan penambahan ini, total negara dengan akses bebas visa ke China sejak tahun lalu menjadi 38. Sebelum pandemi COVID-19, hanya tiga negara yang memiliki akses bebas visa, tetapi fasilitas ini sempat dihentikan selama pandemi.

Penambahan Jepang menunjukkan adanya keinginan China untuk memperbaiki hubungan yang sempat memburuk, sebagian karena sikap tegas Tokyo terkait isu Taiwan. Kedua negara mencapai kesepakatan pada September mengenai sengketa pembuangan air olahan yang masih radioaktif dari pembangkit nuklir Fukushima ke laut.

Jepang adalah salah satu dari tiga negara yang sebelumnya memiliki akses bebas visa sebelum pandemi. Pemerintah Jepang telah beberapa kali meminta agar kebijakan ini segera diberlakukan kembali. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, menyambut baik langkah ini.

“Kami berharap langkah pembebasan visa yang diumumkan pihak China akan semakin memperlancar pertukaran antara Jepang dan China,” kata Hayashi kepada wartawan di Tokyo.

Durasi masa tinggal tanpa visa juga diperpanjang dari sebelumnya 15 hari menjadi 30 hari, menurut Lin. Selain itu, individu yang berpartisipasi dalam program pertukaran seperti pelajar dan akademisi kini juga memenuhi syarat untuk masuk tanpa visa.

China sebelumnya memberlakukan pembatasan ketat selama pandemi dan baru mengakhiri pembatasan tersebut jauh lebih lambat dibandingkan negara lain. Pada Juli 2023, China memulihkan akses bebas visa untuk warga Brunei dan Singapura, diikuti oleh enam negara lainnya, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, dan Malaysia pada Desember 2023.

Program ini terus diperluas secara bertahap. Beberapa negara juga telah memberikan akses bebas visa bagi warga China, termasuk Thailand, yang berharap dapat menarik kembali wisatawan asal China.

Menurut laporan Kantor Berita Xinhua, China mencatat 8,2 juta kedatangan warga asing pada periode Juli hingga September tahun ini, dengan 4,9 juta di antaranya memanfaatkan akses bebas visa.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Turis Chile Ditangkap Usai Bobol Rumah dan Curi Jam Mewah, Mengira Hukuman di Jepang “Ringan”

6 October 2026 - 08:03 WIB

Bandai Namco Tunda Pembukaan Toko Gundam Base dan Cross Store di Minneapolis, Amerika

5 October 2026 - 18:10 WIB

Warga Kumamoto Diundang Melihat Rudal Jarak Jauh Type-25 Jepang

5 October 2026 - 11:10 WIB

Ratusan Orang Tarik Pesawat Boeing 787 di Bandara Narita Jepang

5 October 2026 - 10:10 WIB

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Trending on News