Jepang kembali menghadirkan hal unik. Untuk pertama kalinya, sebuah bioskop mini permanen resmi dibuka di dalam bandara. Bioskop ini bernama Family Mart Lovers Theatre dan mulai beroperasi pada 1 Oktober di Bandara Naha, Okinawa.
Bioskop yang juga dikenal dengan nama Faminchu Theatre ini terletak di lantai tiga terminal domestik dan hanya memiliki 28 kursi, memberikan pengalaman menonton yang intim bagi penumpang yang sedang menunggu penerbangan. Bioskop ini buka setiap hari mulai 06.30 hingga 20.30, dengan jeda sekitar 5–10 menit antar pemutaran.
Dalam sehari, Faminchu Theatre menayangkan sekitar lima film yang diputar dua kali, mayoritas berupa film pendek berdurasi 30–35 menit, dengan beberapa film panjang sebagai selingan. Konten film disediakan oleh Samansa, layanan streaming asal Tokyo yang berfokus pada film pendek, dengan daftar film yang berganti setiap bulan.

Menariknya, film-film asing cukup mendominasi jadwal tayang, namun tetap diselipkan karya bertema Okinawa untuk memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan domestik maupun internasional. Bioskop ini dioperasikan oleh perusahaan lokal Chao Japan Trading, memperkuat nuansa lokal dalam konsepnya.
Nama “Faminchu” sendiri berasal dari gabungan kata “Fami” (Family Mart) dan “-nchu”, akhiran dalam dialek Okinawa yang berarti “orang”. Secara harfiah, Faminchu berarti “orang-orang Family Mart”, namun secara resmi diterjemahkan sebagai “Family Mart Lovers”. Nama ini dipilih karena Family Mart berhasil mengamankan hak penamaan bioskop tersebut.
Istilah Faminchu sudah lama digunakan di Okinawa dan bahkan sering muncul dalam branding produk regional Family Mart. Hal ini menunjukkan bagaimana jaringan minimarket tersebut menyesuaikan diri dengan budaya lokal dan membangun kedekatan dengan komunitas setempat.
Dengan konsep yang praktis dan unik, Family Mart Lovers Theatre menjadi cara baru yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu sebelum atau sesudah penerbangan. Tinggal satu yang kurang: menonton film sambil menikmati Famichiki—pengalaman nonton khas Jepang yang benar-benar “konbini style”.








