Menu

Dark Mode
Rencana Hadiah Laporan Pekerja Asing Ilegal di Ibaraki Picu Kekhawatiran Diskriminasi Game Baru Sword Art Online: Echoes of Aincrad Umumkan Jadwal Rilis dan Detail Edisi Manga Kemono Jihen Akan Diadaptasi Jadi Pertunjukan Teater, Angkat Arc Tokyo Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda Ekspansi Bandara Narita Terancam Molor, Pemerintah Pertimbangkan Pengadaan Lahan Secara Paksa Harga Tiket Pesawat ANA, JAL Rute Internasional dari Jepang Diperkirakan Naik hingga 100% Akibat Lonjakan Harga BBM

News

Feri di Jepang Mulai Beroperasi dengan Teknologi Navigasi Otonom, Pertama di Dunia

badge-check


					Feri di Jepang Mulai Beroperasi dengan Teknologi Navigasi Otonom, Pertama di Dunia Perbesar

Sebuah kapal feri penumpang yang melayani rute antara Prefektur Okayama dan Pulau Shodoshima di Jepang barat mulai menggunakan teknologi navigasi otomatis—yang diklaim sebagai yang pertama di dunia—menurut Nippon Foundation pada Rabu.

Feri bernama Olympia Dream Seto, yang beroperasi antara Pelabuhan Shin-Okayama di Prefektur Okayama dan Pelabuhan Tonosho di Pulau Shodoshima, akan mulai beroperasi secara semi-otonom mulai Kamis setelah menerima sertifikasi pemerintah untuk penggunaan teknologi tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar di atas kapal saat berlayar, Mitsuyuki Unno, direktur eksekutif Nippon Foundation—lembaga yang menangani isu kelautan dan transportasi—mengatakan bahwa inisiatif ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang serta memastikan keberlanjutan transportasi ke pulau-pulau terpencil yang berpenduduk.

Dalam demonstrasi, feri itu terlihat bergerak menjauh dari dermaga dengan mulus dan melaju di perairan tenang. Sistemnya juga menunjukkan kemampuan mendeteksi kapal lain di depan dan mengubah rute secara otomatis.

Kokusai Ryobi Ferry Co., operator feri tersebut, menyatakan bahwa mereka menargetkan penggunaan penuh fungsi navigasi otonom setelah para kru semakin terbiasa dengan sistem tersebut.

Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek besar untuk mengomersialkan kapal tanpa awak yang melibatkan Nippon Foundation dan lebih dari 50 perusahaan lainnya. Jika berhasil diwujudkan, proyek ini diharapkan dapat menstabilkan logistik dan mengurangi kecelakaan di laut.

Tiga kapal lainnya—termasuk sebuah kapal kontainer—juga dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial dengan teknologi serupa pada April 2026.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rencana Hadiah Laporan Pekerja Asing Ilegal di Ibaraki Picu Kekhawatiran Diskriminasi

6 April 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda

3 April 2026 - 12:10 WIB

Ekspansi Bandara Narita Terancam Molor, Pemerintah Pertimbangkan Pengadaan Lahan Secara Paksa

3 April 2026 - 10:10 WIB

Harga Tiket Pesawat ANA, JAL Rute Internasional dari Jepang Diperkirakan Naik hingga 100% Akibat Lonjakan Harga BBM

3 April 2026 - 07:10 WIB

Jepang Uji Daur Ulang Popok Bekas Jadi Produk Baru, Solusi untuk Limbah dan Populasi Menua

2 April 2026 - 18:10 WIB

Trending on News