Menu

Dark Mode
UNISON SQUARE GARDEN Umumkan Hiatus, Drummer Takao Suzuki Resmi Keluar Sento Jepang Terancam Tutup, Harga Energi Naik Bikin Pemandian Tradisional Kian Terpuruk Bonus Episode My Hero Academia “More” Siap Tayang Mei, Diangkat dari Chapter Tambahan Setelah Ending Pria WNI Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyusup ke Rumah Kosong untuk Mencuri Buron 7 Tahun, Pria Jepang Ditangkap atas Kasus Pembunuhan Wanita di Roppongi Gempa M6,2 Guncang Hokkaido, Jepang, Tanpa Peringatan Tsunami

News

Geger Wisata Viral di Jepang: Kota-Kota Kecil Kewalahan Hadapi Ledakan Turis

badge-check


					Geger Wisata Viral di Jepang: Kota-Kota Kecil Kewalahan Hadapi Ledakan Turis Perbesar

Seiring dengan rekor jumlah wisatawan asing yang terus meningkat, kota-kota kecil di Jepang kini menghadapi lonjakan pengunjung yang tak terduga. Media sosial menjadi pemicu utama, menarik kerumunan wisatawan ke lokasi-lokasi unik, mulai dari minimarket berlatar Gunung Fuji hingga pemandian air panas tersembunyi yang kini dipadati turis.

Sejak Tahun Baru Imlek dimulai pada 29 Januari, antrean panjang terlihat di sebuah minimarket di Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi. Pengunjung berbondong-bondong datang untuk mengambil foto Gunung Fuji yang tampak seolah-olah bertengger di atas atap toko.

Popularitas lokasi ini melonjak setelah seorang influencer asing mengunggah fotonya pada 2022. Namun, fenomena ini membawa dampak negatif: wisatawan menyeberang jalan sembarangan demi mendapatkan sudut terbaik untuk foto mereka.

Pada Mei 2024, pemerintah setempat menutup pemandangan tersebut dengan tirai hitam untuk mengurangi kunjungan. Meski mendapat kritik, mereka menegaskan tidak punya pilihan lain. Setelah tiga bulan, tirai dilepas dan diganti dengan pagar pembatas serta zebra cross bercorak tebal untuk meningkatkan keselamatan. Biaya untuk langkah ini mencapai ¥3 juta ($20.000).

Di Otaru, Hokkaido, pemerintah sibuk menangani turis yang berperilaku buruk di Funamizaka—jalan menanjak yang sering muncul dalam film dan drama TV. Banyak wisatawan melanggar batas properti pribadi, parkir sembarangan, dan membuang sampah. Sejak 28 Januari, pihak berwenang menempatkan petugas keamanan dengan plakat peringatan dalam berbagai bahasa.

Di Biei, Hokkaido, sebuah pohon tunggal yang dikenal sebagai “Pohon Natal” di tengah salju mendadak viral, tetapi pemerintah mengaku kewalahan menangani lonjakan turis.

Sementara itu, Ginzan Onsen di Obanazawa, Prefektur Yamagata, menghadapi kemacetan parah akibat kekurangan lahan parkir. Kota ini sempat melarang akses kendaraan pribadi dan taksi, menggantikannya dengan bus antar-jemput, tetapi informasi ini sulit menjangkau wisatawan asing.

Banyak kota kecil kini mempertimbangkan pajak wisata demi mengelola lonjakan pengunjung. Seorang pejabat setempat mengungkapkan dilema mereka, “Kami ingin turis datang, tetapi sulit menjaga lingkungan dan keselamatan warga hanya dengan sumber daya yang kami miliki.”

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pria WNI Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyusup ke Rumah Kosong untuk Mencuri

27 April 2026 - 10:10 WIB

Buron 7 Tahun, Pria Jepang Ditangkap atas Kasus Pembunuhan Wanita di Roppongi

27 April 2026 - 10:10 WIB

Gempa M6,2 Guncang Hokkaido, Jepang, Tanpa Peringatan Tsunami

27 April 2026 - 06:55 WIB

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Trending on News