Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Gubernur Miyagi Batalkan Rencana Pembangunan Pemakaman Khusus Muslim setelah Menuai Penolakan

badge-check


					Gubernur Miyagi Batalkan Rencana Pembangunan Pemakaman Khusus Muslim setelah Menuai Penolakan Perbesar

Gubernur Prefektur Miyagi, Yoshihiro Murai, pada Kamis (18/9) membatalkan rencana untuk mempertimbangkan pembangunan area pemakaman khusus, yang sebelumnya ia dorong sebagai bagian dari upaya menarik lebih banyak pekerja asing.

Keputusan mundur ini muncul setelah muncul gelombang penolakan meski juga ada dukungan di media sosial. Pihak yang menolak menilai rencana itu terlalu mengakomodasi warga asing dengan kebiasaan berbeda dari mayoritas orang Jepang.

Dengan semakin banyaknya umat Muslim di Jepang, kebutuhan akan lahan pemakaman yang sesuai dengan keyakinan mereka kian meningkat, terutama di negara yang umumnya menganut tradisi kremasi.

Dalam rapat majelis prefektur, Murai menyampaikan bahwa para kepala pemerintah daerah di Miyagi menolak rencana tersebut. Ia menyebut realisasinya akan “sangat sulit dilakukan.” Kepada wartawan, ia menambahkan bahwa sebagian pemimpin lokal khawatir warganya tidak akan menerima keberadaan pemakaman semacam itu.

Saat ini, tidak ada satu pun prefektur di kawasan Tohoku, termasuk Miyagi, yang memiliki pemakaman untuk penguburan.

Meski membatalkan rencana, Murai menegaskan pemerintah prefektur tetap berkomitmen menarik tenaga asing untuk mengatasi masalah depopulasi.

Murai, yang kini menjabat periode kelima, juga tengah mencalonkan diri kembali sebagai gubernur independen. Sementara itu, partai populis Sanseito, yang belakangan meraih dukungan dengan slogan “utamakan rakyat Jepang” serta retorika kontroversial soal imigrasi, berencana mengajukan calon dalam pemilihan gubernur 26 Oktober mendatang.

Di bawah kepemimpinan Murai, Miyagi menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah Indonesia pada 2023 untuk mendatangkan tenaga kerja demi mendukung industri lokal.

Sebelumnya, dalam rapat majelis pada Oktober tahun lalu, Murai sempat mengungkapkan gagasan soal pemakaman khusus tersebut. Ia mengatakan, “Kami memperkirakan akan ada peningkatan jumlah orang yang mempraktikkan berbagai agama. Salah satu tantangan besar adalah bagaimana menghadapi situasi ketika mereka meninggal.”

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News