Harga rata-rata bensin eceran di Jepang turun menjadi 177,70 yen (sekitar $1,12) per liter dari rekor tertinggi 190,80 yen pada pekan lalu. Penurunan ini terjadi berkat kembalinya subsidi pemerintah untuk menahan lonjakan harga bahan bakar setelah perang Iran mendorong kenaikan harga minyak mentah, menurut data Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri pada Rabu.
Harga rata-rata per Senin tersebut menurun dibandingkan 16 Maret, beberapa hari sebelum pemerintah kembali menyalurkan subsidi untuk menjaga harga bensin nasional di kisaran 170 yen per liter. Ini menjadi penurunan pertama dalam enam minggu terakhir.
Penurunan harga ini dipengaruhi oleh subsidi sebesar 30,20 yen per liter untuk pekan hingga Rabu. Untuk pekan berikutnya, subsidi bahkan akan dinaikkan menjadi 48,10 yen per liter—angka tertinggi sejak program subsidi ini dimulai pada Januari 2022.
Pemerintah belum mengumumkan kapan program subsidi ini akan dihentikan.
Kabinet juga memutuskan untuk menggunakan dana cadangan sebesar 794,8 miliar yen dari anggaran tahun fiskal berjalan guna membiayai subsidi demi menekan kenaikan harga.
Harga bensin tercatat turun di 46 dari 47 prefektur di Jepang.
Selain bensin, subsidi juga mencakup solar dan minyak tanah. Harga solar turun 12,40 yen menjadi 166,0 yen per liter, sementara minyak tanah turun 154 yen menjadi 2.620 yen per 18 liter, yang merupakan ukuran standar tangki rumah tangga.
Sc : KN








