Menu

Dark Mode
Restoran Tradisional di Kyoto Raih 3 Bintang Michelin Pertama dalam 6 Tahun Kepanikan di Kereta JR Jepang, 3 Orang Sekeluarga Dilarikan ke Rumah Sakit Timnas Indonesia Masuk Grup F di Piala Asia 2027, Hadapi Jepang hingga Qatar Prefektur Ibaraki Jepang Mulai Kasih Imbalan Uang untuk Pelapor Pekerja Asing Ilegal Meru Nukumi Gabung Serial Live-Action Baru GTO, Jadi Guru Pendamping Kelas Onizuka Miyazaki Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia untuk Perekrutan Tenaga Kerja

Teknologi

Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang

badge-check


					Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang Perbesar

Kementerian Kesehatan Jepang akan mulai menguji penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis gambar X-ray dalam skrining kanker. Langkah ini bertujuan mengurangi beban kerja dokter tanpa mengorbankan akurasi diagnosis.

Rencana ini telah disetujui oleh panel ahli pada 23 Maret.

Saat ini, pedoman pemerintah untuk skrining kanker paru-paru, lambung, dan payudara mewajibkan sistem “double-check”, di mana setidaknya dua dokter harus memeriksa setiap hasil X-ray guna mencegah kesalahan diagnosis.

Namun, sistem ini menyebabkan kekurangan tenaga dokter dan meningkatkan beban kerja tenaga medis. Selain itu, aturan double-check untuk kanker paru sudah diterapkan lebih dari 30 tahun, sementara teknologi AI untuk mendeteksi kelainan pada gambar medis kini telah berkembang pesat.

Dalam uji coba yang diusulkan, AI akan terlebih dahulu menganalisis gambar. Jika AI mendeteksi kemungkinan adanya kelainan, satu dokter saja akan melakukan penilaian lanjutan untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih detail—tanpa perlu pemeriksaan oleh dokter kedua.

Sementara itu, untuk hasil yang dinilai normal oleh AI, sistem double-check oleh dua dokter tetap akan diterapkan seperti sebelumnya.

Detail terkait waktu pelaksanaan, metode, dan mekanisme evaluasi masih akan ditentukan setelah mempertimbangkan masukan dari para ahli.

Dalam keputusan terpisah pada pertemuan yang sama, komite juga menyetujui perubahan kebijakan untuk skrining kanker usus besar. Jumlah sampel dalam tes darah samar pada feses akan dikurangi dari dua menjadi satu, mengikuti pedoman terbaru tahun 2024 dari National Cancer Center Japan yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam akurasi antara penggunaan satu atau dua sampel.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Universitas di Tokyo Buka Laboratorium Tanpa Peneliti Manusia, Semua Eksperimen Dilakukan Robot

11 May 2026 - 10:10 WIB

Lexus Luncurkan SUV Listrik 3 Baris Pertama, Siap Rilis di Jepang Musim Dingin

8 May 2026 - 10:10 WIB

Robot Haro dari Anime Mobile Suit Gundam Akan Dikirim ke Luar Angkasa oleh Startup Jepang

7 May 2026 - 10:10 WIB

Denso Kembangkan Teknologi Cas Mobil Listrik Saat Jalan, Target 2029

5 May 2026 - 10:10 WIB

Robot Legendaris Honda P2 Raih Penghargaan Dunia, Pelopor Gerakan Robot Mirip Manusia

29 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi