Menu

Dark Mode
Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham Parlemen Jepang Setujui Buku Pelajaran Digital, Mulai Berlaku Paling Cepat Tahun 2030 Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat Demo Digimon Story Time Stranger untuk Nintendo Switch dan Switch 2 Sudah Tersedia Rekor Baru! Hampir 42% Pegawai Negeri Baru Pemerintah Jepang Kini Perempuan Survey : Orang Jepang Kini Anggap Iklan 30 Detik Terlalu Lama

News

Harga Beras Melonjak, Restoran di Jepang Beralih ke Mi

badge-check


					Harga Beras Melonjak, Restoran di Jepang Beralih ke Mi Perbesar

Karena konsumen yang sensitif terhadap harga mulai menghindari beras akibat lonjakan harga ke rekor tertinggi, jaringan restoran dan perusahaan makanan di Jepang kini beralih ke mi sebagai alternatif.

Antworks Co., operator restoran Densetsu no Sutadonya yang terkenal dengan menu donburi babi (pork bowl), membuka restoran ramen pertamanya di Tokyo pada Mei lalu dan berencana membuka tiga gerai lagi hingga Februari tahun depan sebagai upaya diversifikasi usaha.

“Kami selama ini mengandalkan bisnis donburi babi sebagai portofolio utama, tetapi harga beras sekarang lebih dari tiga kali lipat dibanding beberapa tahun lalu,” ujar juru bicara perusahaan yang berbasis di Tokyo tersebut.

Saat ini, satu set menu pork bowl lengkap dengan sup miso dan telur mentah dijual seharga 890 yen (sekitar 6 dolar AS), naik dari 630 yen pada 2021. Pihak perusahaan mengatakan pelanggan kemungkinan akan enggan membeli jika harganya melewati 1.000 yen.

“Prospek bisnis kami akan lebih berat jika hanya mengandalkan menu donburi,” lanjutnya, seraya menambahkan bahwa biaya untuk seporsi ramen 100 hingga 150 yen lebih murah dibanding pork bowl.

Yoshinoya Holdings Co., induk perusahaan restoran gyudon (beef bowl) Yoshinoya, juga memperkuat lini bisnis ramen karena pasar restoran beef bowl di Jepang dinilai sudah jenuh.

Wakil Presiden Eksekutif Yoshinoya Holdings, Norihiro Ozawa, mengatakan bisnis ramen membantu perusahaan menyeimbangkan biaya bahan baku dengan menyediakan menu selain nasi dan daging.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, harga beras telah naik dua kali lipat dibanding tahun lalu dan masih bertahan tinggi akibat panen buruk. Rata-rata harga beras tercatat 4.176 yen per 5 kilogram pada pekan yang berakhir 8 Juni, meskipun pemerintah sudah melepas stok beras cadangan ke pasar.

Di supermarket, konsumen mulai mencari pengganti nasi. Menurut TableMark Co., penjualan mi udon beku naik sekitar 10 persen secara nilai pada April dan Mei dibanding tahun sebelumnya. Penjualan paket sup mi udon dan bahan-bahan dari Kikkoman Corp. juga meningkat 10 persen pada tiga bulan hingga Mei dibanding periode yang sama tahun lalu.

Meiji Holdings Co. juga mencatat penjualan produk andalan Meiji Bulgaria Yogurt tetap tumbuh sekitar 10 persen setiap bulan sejak April tahun lalu.

“Makanan sarapan bergaya Barat seperti roti dan sereal semakin populer” di tengah kenaikan harga beras, kata pejabat Meiji Holdings.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham

11 June 2026 - 15:10 WIB

Parlemen Jepang Setujui Buku Pelajaran Digital, Mulai Berlaku Paling Cepat Tahun 2030

11 June 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat

11 June 2026 - 10:10 WIB

Rekor Baru! Hampir 42% Pegawai Negeri Baru Pemerintah Jepang Kini Perempuan

10 June 2026 - 18:10 WIB

Survey : Orang Jepang Kini Anggap Iklan 30 Detik Terlalu Lama

10 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on News