Menu

Dark Mode
Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik Buku Anak Legendaris “Little Mouse’s Red Vest” Akan Jadi Anime, Tayang April Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober

News

Harga Rata-Rata Kondominium Baru di Pusat Tokyo Tembus Rekor ¥116 Juta di Tengah Kenaikan Biaya

badge-check


					Harga Rata-Rata Kondominium Baru di Pusat Tokyo Tembus Rekor ¥116 Juta di Tengah Kenaikan Biaya Perbesar

Harga rata-rata kondominium baru di pusat Tokyo naik 11,2 persen pada tahun fiskal 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai rekor tertinggi sebesar 116,32 juta yen (sekitar Rp12,9 miliar). Ini merupakan tahun kedua berturut-turut harga rata-rata kondominium di kawasan tersebut melampaui 100 juta yen, di tengah lonjakan biaya material dan tenaga kerja, menurut laporan sebuah lembaga riset pada Senin.

Sementara itu, jumlah kondominium baru yang dipasarkan di 23 distrik utama Tokyo anjlok 25,5 persen menjadi 8.272 unit. Penurunan ini dipengaruhi oleh pembatasan jam lembur di lokasi konstruksi yang mulai diberlakukan sejak April tahun lalu.

Di tengah harga yang terus melambung, pengembang tetap menargetkan pembeli kelas atas dengan menawarkan properti di lokasi strategis, seperti di dekat stasiun kereta besar.

Harga rata-rata di Tokyo dan wilayah sekitarnya juga naik 7,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi 81,35 juta yen (sekitar Rp9 miliar), mencetak rekor baru untuk tahun keempat berturut-turut. Namun, jumlah unit yang dipasarkan turun 17 persen menjadi 22.239 unit, menandai penurunan selama tiga tahun berturut-turut.

Dilihat berdasarkan prefektur, harga naik 20,5 persen menjadi 58,93 juta yen di Saitama, 10,6 persen menjadi 56,04 juta yen di Chiba, dan 7,2 persen menjadi 65,87 juta yen di Kanagawa. Harga rata-rata naik di seluruh enam wilayah, termasuk 23 distrik utama Tokyo dan prefektur sekitarnya.

“Menjual properti di pinggiran kota semakin sulit karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan keberlanjutan hidup sehari-hari di tengah harga yang terus naik,” ujar salah satu pejabat lembaga riset tersebut, seraya menambahkan bahwa harga kondominium diperkirakan akan tetap tinggi untuk sementara waktu karena biaya yang terus meningkat.

Di luar 23 distrik utama Tokyo, harga rata-rata naik 13,2 persen menjadi 60,67 juta yen.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret

13 March 2026 - 21:08 WIB

Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik

13 March 2026 - 18:00 WIB

Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

13 March 2026 - 10:10 WIB

Rencana Penggunaan Ulang 150 Bus Listrik Expo Osaka Ditunda karena Masalah Keamanan

12 March 2026 - 12:10 WIB

Kapal Kontainer Milik Perusahaan Jepang Rusak di Teluk Persia di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran

12 March 2026 - 08:18 WIB

Trending on News