Menu

Dark Mode
Jepang Siapkan Aturan Baru, Kripto Akan Dianggap sebagai Produk Keuangan Jepang Targetkan Industri Anime Tembus Rp6000 Triliun di Pasar Global pada 2033 Mayoritas Pelajar Jepang Sudah Gunakan AI, Terutama untuk Belajar dan Mencari Informasi Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Harga Tembus 53.000 Yen Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak 20 Hari, Antisipasi Krisis Selat Hormuz China Salip Jepang, Kini Jadi Pemasok Mobil Terbesar di Australia

News

Ingin Belajar Bikin Sake? Pabrik Sake Berusia 150 Tahun di Oita Adakan Seminar untuk Sommelier Asing

badge-check


					Ingin Belajar Bikin Sake? Pabrik Sake Berusia 150 Tahun di Oita Adakan Seminar untuk Sommelier Asing Perbesar

Sebuah pabrik sake di wilayah barat daya Jepang dengan sejarah lebih dari 150 tahun mulai mengadakan seminar untuk sommelier asing, mengajarkan teknik tradisional pembuatan sake Jepang yang tahun lalu diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Seminar lima hari ini diadakan di Fujii Shuzo, yang berlokasi di Usuki, Prefektur Oita, dan merupakan bagian dari program yang diselenggarakan oleh Sake Sommelier Academy yang berbasis di Inggris. Kursus ini ditujukan untuk sommelier berpengalaman, dengan tujuan menyebarkan pengetahuan dan apresiasi terhadap sake ke luar Jepang.

Pada tanggal 4 Februari, Andre Cis, seorang konsultan makanan dan anggur berusia 40 tahun asal Austria, mengikuti proses mengukus nasi dan memasukkannya ke dalam tangki bersama koji (jamur malt) dan air. Ia menggambarkan proses ini sebagai sesuatu yang rumit dan penuh detail, dan menyatakan keinginannya untuk membagikan apresiasinya terhadap sake dari pabrik ini di kampung halamannya.

Seorang peserta dari Israel juga ikut dalam seminar ini di tanggal yang berbeda.

Toru Fujii, kepala Fujii Shuzo, mengatakan bahwa seminar ini menjadi kesempatan untuk menarik perhatian dari luar negeri.

Meskipun ada pihak dalam industri domestik yang mengkhawatirkan soal “membocorkan rahasia dagang,” pria berusia 50 tahun ini justru lebih khawatir dengan penyusutan pasar sake di Jepang.

“Sekarang bukan waktunya untuk mengatakan hal-hal seperti itu,” katanya. “Nilai dari sake Jepang justru bisa meningkat jika menjadi komoditas yang bisa diproduksi di negara mana pun, seperti halnya bir dan anggur.”

Fujii berharap keterbukaan terhadap peserta dari luar negeri pada akhirnya bisa mendorong ekspor ke Eropa, yang saat ini masih menjadi pasar kecil bagi mereka.

Volume pengiriman domestik sake di Jepang pernah mencapai puncaknya pada tahun 1973 dengan lebih dari 1,7 juta kiloliter, tetapi terus menurun seiring meningkatnya popularitas minuman beralkohol lain, hingga tinggal sekitar 390.000 kiloliter pada 2023.

Namun demikian, popularitas sake di luar negeri yang meningkat belakangan ini telah mendorong peningkatan ekspor, menurut data dari Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang.

Sc : mainichi


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Siapkan Aturan Baru, Kripto Akan Dianggap sebagai Produk Keuangan

13 April 2026 - 17:10 WIB

Mayoritas Pelajar Jepang Sudah Gunakan AI, Terutama untuk Belajar dan Mencari Informasi

13 April 2026 - 12:10 WIB

Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak 20 Hari, Antisipasi Krisis Selat Hormuz

11 April 2026 - 18:00 WIB

China Salip Jepang, Kini Jadi Pemasok Mobil Terbesar di Australia

11 April 2026 - 14:30 WIB

Jepang Siapkan Program 3 Tahun untuk Bantu Generasi “Employment Ice Age”

11 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on News