Menu

Dark Mode
WIT Studio Siapkan Pengumuman Baru Attack on Titan pada 20 Agustus, Proyek Anime Baru? Pokémon Bank Resmi Ditutup Februari 2027, Pokémon Lama Terancam Tak Bisa Dipindahkan Lagi Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang Hujan Deras di Daerah Chiba Jepang Tewaskan 8 Orang, Ribuan Orang Terjebak di Bandara WNI Cedera Saat Turun dari Gunung Fuji, Diselamatkan Tim SAR Jepang

Teknologi

Inovasi Layar Transparan: Memudahkan Komunikasi untuk Wisatawan dan Penyandang Disabilitas di Jepang

badge-check


					Inovasi Layar Transparan: Memudahkan Komunikasi untuk Wisatawan dan Penyandang Disabilitas di Jepang Perbesar

Sebuah layar transparan diluncurkan untuk membantu pemerintah daerah dan perusahaan dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing dan individu yang sulit mendengar tanpa perlu menggunakan aplikasi smartphone atau perangkat lainnya.

Sistem Cotopat, yang dikembangkan oleh perusahaan elektronik Kyocera Corp., dapat mengubah ucapan menjadi teks yang ditampilkan di layar secara real-time atau menerjemahkan bahasa Jepang ke dalam lima bahasa, termasuk Inggris dan Mandarin.

Layar ini diharapkan akan digunakan di kantor pemerintah daerah dan stasiun kereta untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan mendengar, termasuk lansia, serta wisatawan asing dalam memahami penjelasan yang diberikan di loket pelayanan.

Sistem ini bekerja dengan mengenali suara petugas loket melalui mikrofon, menggunakan kecerdasan buatan untuk menerjemahkan kata-kata tersebut dan menampilkannya di layar. Teks ditampilkan di layar transparan berukuran 18 sentimeter tingginya dan 30 sentimeter lebarnya, yang dipasang pada bahan seperti papan akrilik. Kata-kata ditampilkan dengan cara yang mudah dibaca oleh pemirsa.

Uji coba awal menunjukkan bahwa akurasi pengenalan suara mencapai 96 persen. Berbeda dengan aplikasi transkripsi di smartphone, yang membuat orang cenderung menundukkan kepala, Cotopat memudahkan pemirsa untuk melihat ekspresi wajah dan gerakan mulut petugas loket, sehingga komunikasi menjadi lebih alami, menurut Kyocera.

Uji coba telah dilakukan di 17 fasilitas di seluruh negeri, termasuk Stasiun JR Shinjuku dan Perpustakaan Kota Kamakura. Kyocera menerima umpan balik dari pengguna seperti, “Kami dapat merespons mereka yang kesulitan mendengar tanpa harus mengangkat suara” dan “Tampilan teks membuat percakapan menjadi lebih mudah, bahkan untuk mereka yang tidak mengalami masalah pendengaran.”

Jika nama tempat atau produk dimasukkan sebelumnya ke dalam sistem, Cotopat dapat secara otomatis menyoroti kata-kata tersebut atau menampilkan peta atau gambar terkait saat disebutkan dalam percakapan.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi